Ungkapan Syukur Ramli MS Setelah Dipinang Mualem

"Pasangan kami hadir untuk memperkuat posisi Aceh agar tetap berada dalam bingkai NKRI.
Ramli MS
Ketua Kwarda Pramuka Aceh Haji Muzakir Manaf berswafoto bersama Bupati Aceh Barat Haji Ramli MS di Meulaboh, Senin (6/9/2021). (ANTARA/HO-Dok. Adc Bupati Aceh Barat/Hayatullah Fajri)

ACEHSATU.COM Ramli MS mengatakan dirinya sangat bersyukur kepada Allah SWT setelah “dipinang” sebagai bakal calon Wakil Gubernur Aceh pada ajang kontestasi Pilkada Aceh mendatang.

“Terhadap komitmen Mualem untuk mengambil saya sebagai wakil beliau saya sangat bersyukur kepada Allah SWT, karena masih diberikan pemikiran untuk membangun Aceh bersama Mualem nantinya,” kata Ramli MS di Meulaboh, Rabu lalu.

Menurutnya, apabila dirinya bersama Mualem — sapaan akrab Muzakir Manaf — nantinya diberikan kepercayaan dan amanah oleh seluruh masyarakat untuk memimpin Aceh di Pilkada mendatang, Ramli MS menegaskan dirinya akan mendukung sepenuhnya tugas Mualem sebagai  Gubernur Aceh.

 “Sebagai wakil saya tidak akan merasa menjadi orang yang terpilih, tapi memang sudah menjadi tugas saya sebagai wakil yang akan membantu tugas gubernur secara utuh,” kata Ramli MS menegaskan.

Ramli MS
Ketua Kwarda Pramuka Aceh Haji Muzakir Manaf berswafoto bersama Bupati Aceh Barat Haji Ramli MS di Meulaboh, Senin (6/9/2021). (ANTARA/HO-Dok. Adc Bupati Aceh Barat/Hayatullah Fajri)

Dengan komitmen seperti ini, ia yakin visi misi untuk membangun Aceh akan terwujud secara nyata dan lancar nantinya sesuai aspirasi seluruh rakyat Aceh.

Ramli MS juga menyatakan dirinya bersama Mualem nantinya akan berkomitmen untuk membuat masyarakat Aceh nyaman dalam segala bidang, baik dari segi spiritual (agama), penguatan ekonomi, infrastruktur, termasuk penyediaan lapangan kerja dan pemberian modal usaha kepada rakyat seperti yang telah ia lakukan di Aceh Barat selama ini.

Ramli MS juga menegaskan pencalonan Haji Muazakir Manaf-Haji Ramli MS di Pilkada mendatang, sebagai upaya untuk meyakinkan rakyat dan Pemerintah Republik Indonesia secara utuh bahwa pasangan keduanya bukan untuk mencabik-cabik Indonesia.

“Pasangan kami (Muzakir Manaf-Ramli MS) hadir untuk memperkuat posisi Aceh agar tetap berada dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” kata Ramli MS menegaskan.

Ramli mengakui dirinya sangat menyadari bahwa perdamaian Aceh adalah salah satu hadiah besar dari Pemerintah Republik Indonesia kepada seluruh rakyat Aceh, untuk menjalankan makna yang terkandung di dalam Pancasila.

“MoU Helsinki yang dicapai oleh Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) adalah bukti nyata, bahwa pemerintah pusat sangat memahami isi UUD 1945 untuk memberikan wewenang kepada daerah, agar ketahanan secara nasional bisa diwujudkan di Tanah Air,” kata Ramli MS.

Menurut dia, tidak mungkin ada kekuatan secara nasional jika tidak ada kekuatan di daerah untuk terus menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, kata Ramli MS. (*)