Ungkapan Pilu Seorang Anak, Dilaporkan Ayah Kandung yang Anggota DPRD

Pelaporan terhadap GM oleh ayah kandungnya yang anggota DPRD Ciamis
GM mengungkap kepiluan karena dilaporkan ayah kandungnya yang Anggota DPRD Ciamis. | Foto: istimewa

ACEHSATU.COM | BANDUNG – Nasib tragis menimpa seorang anak di Jawa Barat GM (26), Ia dilaporkan ayahnya sendiri yang berstatus sebagai Anggota DPRD Ciamis, berinsial SYN, ke Polda Jawa Barat.

Ironinya, pelaporan dilakukan hanya karena status GM di media sosial (medsos) yang mengungkap kemarahannya terhadap sang ayah.

Pelaporan SYN terhadap anaknya ke polisi terjadi pada 13 April 2020 lalu. GM dikabarkan telah dipanggil untuk dimintai keterangan pada Selasa (4/8/2020) lalu di Polda Jabar.

Sebelum SYN melaporkan putrinya, ternyata SYN dan mantan istrinya yaitu AS yang tak lain ibunya GM, saling lapor ke polisi kaitan soal kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang terjadi di akhir 2019 lalu.

Hingga saat ini kasus tersebut masih terus berlanjut, bahkan upaya kekeluargaan pernah dilakukan namun tak berhasil.

“Kasus ini merupakan buntut dari persoalan orang tuanya. Saya kaget dan sangat menyayangkan seorang ayah melaporkan putrinya sendiri ke polisi,” ujar Kuasa Hukum GM, Bambang Lesmana, dikutip detikcom, Kamis (13/8/2020).

Terpukul

Sementara itu, GM akibat pelaporan sang ayah mengaku sedih dan sangat terpukul.

Ia mengungkapkan membuat status di medsos yang berisi kekesalan terhadap ayahnya, karena tidak tahan yang selalu bersikap kasar terhadap ibunya.

Status itu sudah dihapus atas saran ibunya pada Maret 2020 lalu atau seminggu setelah diposting.

“Status sudah dihapus seminggu di-posting karena permintaan ibu. Saya kesal ke bapak karena sikapnya ke ibu. Bapak lebih memilih wanita lain,” ungkap GM.

Dia juga mengaku pernah mengalami kejadian yang tidak mengenakkan oleh sang ayah.

Diturunkan di Jalan

Saat itu GM dan ibunya pernah dipaksa turun oleh SYN di jalan di Garut saat dalam perjalanan Bandung-Ciamis karena ayah dan ibunya sempat adu mulut di dalam mobil.

Awalnya, tutur GM, ibu sama ayahnya sempat cekcok di dalam mobil. Lalu mereka diturunkan di pinggiran jalan saat malam hari dan harus menunggu sejam lebih kendaraan jemputan.

“Pertama ibu, kemudian saya diturunkan di pinggir jalan, tengah malam. Sekira satu jam lebih menunggu kendaraan jemputan.”

“Terus terang saya merasa sangat sedih, dilaporin oleh bapak sendiri,” ucap GM dengan nada terisak.

Semenjak dilaporkan ayahnya, GM telah dua kali dipanggil dan memenuhi panggilan dari Polda Jabar. GM berharap agar ayahnya mencabut laporannya. (*)