UMKM Naik Kelas Berpeluang Dilirik Investor

Salah satu strategi konkrit memberantas kemiskinan adalah melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ditingkat grass root.
Hamdani.

ACEHSATU.COM – Program Pemerintah Aceh untuk membumihanguskan kemiskinan patut didukung dan mendapatkan apresiasi. Meski tidak mudah namun wajib dicoba.

Salah satu strategi konkrit memberantas kemiskinan adalah melalui pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) ditingkat grass root.

Dengan menerapkan konsep pemberdayaan dan pendampingan UMKM diajak untuk naik kelas hingga menjadi usaha berkelas yang bakal dilirik investor.

UMKM berkelas yang saya maksud adalah embrio korporasi. UMKM harus menjadi entitas bisnis padat modal dan mampu menduduki tangga atau jajaran korporasi. Itu baru naik kelas.

Mengapa UMKM?

Dinamika UKM (Usaha Kecil dan Menengah) dan kewirausahaan adalah kunci utama peningkatan produktivitas dan pertumbuhan inklusif.

UKM yang tumbuh, dari segi karyawan, omzet, profitabilitas atau pangsa pasar, dapat berdampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja, inovasi, produktivitas, daya saing nasional dan ekonomi daerah serta berkontribusi untuk meningkatkan upah dan tingkat pendapatan.

Sehingga dapat memenuhi peningkatan permintaan yang besar, memperkuat posisi kompetitif, atau merebut peluang baru di pasar.

Ketika UKM mengalami pertumbuhan, mereka dapat menghasilkan sejumlah manfaat penting bagi perekonomian yang lebih luas dan berdampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.

Namun sejak krisis pandemi Covid-19, UKM telah memberikan kontribusi yang lebih kecil terhadap pertumbuhan ekonomi secara agregat dibandingkan dengan sektor ekonomi lainnya seperti sektor keuangan dan otomotif.

Pelaku UKM perlu memahami model bisnis perusahaan dengan pertumbuhan tinggi dengan lebih baik, dapat mengadopsi praktik yang relevan yang memungkinkan UKM untuk meningkatkan skala usahanya dengan sukses.

Sebagai bagian dari pendekatan yang efektif menuju peningkatan, UKM harus membangun strategi yang menciptakan budaya pertumbuhan di semua area dan aktivitas dalam organisasi mereka.

Dalam desain strategi seperti itu, para pemimpin bisnis pertama-tama perlu menentukan tujuan dan visi yang jelas di seluruh organisasi.

Ini harus digunakan untuk menginformasikan perkembangan paling tidak pada tiga bidang utama yaitu struktur organisasi bisnis, pandangan kedepan dan perilaku owner.

Secara kolektif, strategi yang menangani area ini dapat berkontribusi secara signifikan untuk mengembangkan mekanisme dalam bisnis yang memungkinkan terjadinya peningkatan skala usaha atau naik kelas.

Keuntungan UKM Naik Kelas

Banyak keuntungan yang mungkin diperoleh bila UKM mampu meningkatkan kapasitas usahanya.

Dalam sebuah artikel yang dipublikasi oleh sebuah organisasi yang menangani strategi UKM naik kelas menjelaskan sebagai berikut:

Pertama: UKM naik kelas dapat membantu negara mengatasi pertumbuhan produktivitas yang rendah dan kesenjangan pendapatan yang semakin lebar, karena UKM yang tumbuh memiliki dampak yang cukup besar terhadap persaingan, inovasi, pekerjaan dan upah.

Kedua: UKM, dengan karakteristik berbeda dan di banyak sektor, dapat berkembang dengan berbagai tahapan siklus hidup mereka, untuk menangkap peluang baru di pasar dan memperkuat posisi kompetitif.

Ketiga: Pertumbuhan tinggi mewakili tahap peralihan dalam kehidupan perusahaan. Banyak faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tinggi, dan keterampilan pengusaha dan ambisi (motivasi kuat) sangat penting.

Keempat: Bagi bisnis Start-up yang meningkat hanya mewakili sebagian kecil dari semua start-up, tetapi merupakan kuncinya sumber inovasi dan penciptaan lapangan kerja.

Namun, pertumbuhan sangat bervariasi di lintas negara, dan perusahaan rintisan yang masih hidup meningkat lebih cepat di sektor berisiko tinggi, seperti telekomunikasi, penelitian dan pengembangan ilmiah dan layanan TI.

Kelima: Perusahaan skala menengah yang meningkat merupakan kekuatan pendorong daya saing dan sering berkontribusi untuk meningkatkan produktivitas agregat dengan memastikan koordinasi dan meningkatkan pemasok yang lebih kecil.

Keenam: Partisipasi dalam rantai nilai global (GVC/Global Value Chain) memungkinkan UKM untuk berkembang dan meningkatkan produktivitas, terutama di sektor-sektor yang menjadi pusat produksi jaringan global.

Ketujuh: Transisi digital memicu bentuk pertumbuhan bisnis yang baru dan berbeda, dengan beberapa perusahaan mampu mencapai skala yang substansial tanpa memiliki karyawan yang banyak atau aset berwujud lainnya.

Namun, digitalisasi juga meningkatkan kebutuhan untuk memiliki keterampilan yang lebih berkompetensi dan investasi dalam pengadaan aset pelengkap atau infrastruktur pendukung.

Penguatan kebijakan

Pendekatan kebijakan yang terkoordinasi diperlukan untuk mendukung peningkatan UKM dan perusahaan baru.

Pengaturan kelembagaan dan peraturan sangat penting, serta kebijakan untuk memudahkan akses UKM ke pasar dan sumber daya strategis untuk ditingkatkan, termasuk pertumbuhan modal, tenaga kerja dan ketrampilan manajemen, serta pengetahuan dan teknologi.

Memperkuat kemitraan antara UKM, perusahaan besar, investor, Universitas dan pusat penelitian, termasuk di tingkat lokal, dapat memacu pertumbuhan UKM.

UMKM di daerah Tanah Rencong yang kini mencapai 212.632 unit (Data Diskop dan UKM Aceh, per Oktober 2020), yang terbagi atas usaha menengah sebanyak 2.679 unit, usaha kecil 40.780 unit, dan usaha mikro 169.173 unit mampu ditingkatkan naik kelas, maka kemakmuran dan kesejahteraan akan terbuka lebar. (*)