Ulama Aceh Imbau Shalat Jamaah Seperti Sebelum Pandemi

Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengimbau masjid dan tempat ibadah di Aceh melaksanakan shalat berjamaah seperti sebelum pandemi.
Ulama Aceh
Foto: Suasana salat Jumat di Masjid Baiturrahman Aceh yang tak lagi berjarak (Agus-detikcom)

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Ulama Aceh yang tergabung dalam Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh mengimbau masjid dan tempat ibadah di Aceh melaksanakan shalat berjamaah seperti sebelum pandemi.

Imbauan itu dibuat karena kasus COVID-19 di Aceh telah landai.

Dilihat via detikcom, Senin (11/10/2021), imbauan MPU bernomor 451.7/493 itu ditujukan ke pengurus masjid dengan tembusan ke Forkopimda di Aceh.

Surat tersebut diteken Ketua MPU Aceh, Teungku Faisal Ali.

Teungku Faisal membenarkan surat itu dikeluarkan MPU. Dia menyebut surat tersebut dikirim ke pengurus masjid, Kamis (30/9).

Pada poin pertama imbauan dijelaskan kasus COVID-19 di Aceh mulai melandai dan pelaksanaan vaksinasi semakin baik.

Sedangkan poin keduanya mengatur tentang pelaksanaan salat berjemaah.

“Berdasarkan pertimbangan di atas, maka diimbau kepada seluruh pengurus mesjid, musala, meunasah dan tempat pelaksanaan ibadah shalat lainnya untuk melaksanakan tata cara shalat berjamaah seperti biasa sebelum COVID-19,” kata Faisal.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, Alidar, mengatakan pelaksanaan shalat berjamaah di masjid dan tempat ibadah di Aceh mengikuti tausiah MPU Aceh serta imbauan Satgas COVID-19.

Ulama Aceh
Foto: Suasana salat Jumat di Masjid Baiturrahman Aceh yang tak lagi berjarak (Agus-detikcom)

Dinas Syariat Islam disebut belum mengeluarkan aturan terkait saf shalat.

“Selama ini hal tersebut dipertimbangkan sendiri oleh pengurus masjid masing-masing dengan mempedomani tausiah MPU dan instruksi gubernur/Satgas COVID,” ucap Alidar.

Sebelumnya, pengurus Masjid Raya Baiturrahman Aceh kembali membolehkan jemaah merapatkan saf ketika salat berjemaah di tengah pandemi Corona atau COVID-19.

Ketentuan merapatkan saf tersebut berkaitan dengan menurunnya kasus COVID-19 di Tanah Rencong.

“Kasus COVID memang cenderung menurun, mungkin juga itu menjadi pertimbangan pak imam,” kata Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Alidar saat dikonfirmasi, Senin (4/10).

Ketentuan merapatkan kembali diberlakukan mulai shalat Zuhur, Minggu (3/10).

Sejak awal pandemi, pengurus masjid meminta jemaah memberi jarak antara satu orang dengan orang lain dalam saf salat.

Alidar menyebut, pertimbangan merapatkan kembali saf salat di masjid kebanggaan masyarakat Aceh itu menjadi kewenangan imam besar masjid. (*)