Tuntut Dibayar Gaji, Karyawan PT Mapoli Raya Mogok Kerja

Tuntut Dibayar Gaji, Karyawan PT Mapoli Raya Mogok Kerja

ACEHSATU.COM [  ACEH TAMIANG – Ratusan karyawan perusahaan perkebunan PT Mapoliraya melakukan aksi mogok kerja selama dua hari, mereka menuntut perusahaan membayar gaji mereka yang belum di bayar selama 3,5 bulan.

Informasi yang diperoleh Acehsatu.com, Selasa (2/6/2020), aksi mogok yang dilakukan hari ini Selasa (2/6/2020) dilakukan ratusan karyawan di depan kantor PKS PT Mapoliraya Desa Gedung Biara, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang

Mereka merupakan karyawan tiap afdeling kebun yang menuntut pihak manajemen perusahaan membayar gaji mereka yang nunggak selama 3,5 bulan, dari Februari sampai Mei, belum dibayarkan perusahaan.

Ketua Pengurus Unit Kerja (PUK), PT Mapoliraya, Mahlimuddin kepada Acehsatu.com, Selasa (2/6/2020) mengatakan, aksi mogok ini sudah berlangsung selama dua hari  dan ini merupakan kesepakatan karyawan untuk melakukan aksi mogok kerja sampai gaji mereka dibayar, baru karyawan masuk kerja.

“Tadi manajemen perusahaan sudah turun menjumpai karyawan, mereka minta karyawan bersabar menunggu perusahaan ini menjual aset HGU Kebun Meulaboh namun tidak diketahui kapan laku kebun tersebut,” ujar Mahlimuddin.

Menurutnya, karyawan memahamin kondisi keuangan perusahaan namun karyawan juga butuh uang membiayai kebutuhan keluarga sehingga kita negosiasi dengan manajemen tadi, minimal perusahaan membayar satu bulan gaji  karyawan dulu.

“Kita akan masuk kerja jika kesepakatan pembayaran gaji satu bulan ini dilakukan, jika tidak dibayar maka  karyawan tetap mogok kerja,” ujar ketua PUK ini.

Wanprestasi

Kadis Tenaga Kerja dan Transmigrasi Aceh Tamiang, Muhammad Zein mengatakan, pihaknya juga sudah melakukan mediasi antara perusahaan PT Mapoliraya dengan karyawan pada bulan ramadhan lalu, agar perusahaan membayar gaji karyawan karena mereka membutuhkan untuk membeli kebutuhan pangan dan menyambut lebaran Idul Fitri namun perusahaan belum memenuhinya.

Sebelumnya, Disnaker juga melakukan mediasi pada Desember 2019, saat itu karyawan juga belum dibayarkan gaji dari Desember sampai Fabruari, namun manajemen perusahaan wanprestasi, gaji tersebut di bayar pada Maret dan April.

“Di sepakati di selesaaikan Maret, ternyata gaji Desember dibayar Januari sedangkan gaji  Januari dan Februari di cicil, setengahnya dibayar pada Maret dan sisanya April masih tersisa setengah bulan lagi gaji Februari. Sekarang gaji karyawan nunggak lagi 3,5 bulan untuk Maret, April dan May belum dibayar,” pungkas Muhammad  Zein (*)