oleh

Tuntut Bupati Abdya untuk Realisasikan Janji Kampanye, Mahasiswa Berikan Waktu 30 Hari

Laporan: Irfan Habibi, Nur Hapni

ACEHSATU.COM | BLANGPIDIE – Sejumlah organisasi mahasiswa dan kepumudaan di Aceh Barat Daya (Abdya) menggelar aksi di depan Kantor Bupati pada Selasa (11/6/2019).

Aksi ini didipelopori oleh Gerakan Abdya Sejahtera (GERANAT) yang diikuti 14 OKP Kemahasiswaan Abdya diantaranya: Ikatan Mahasiswa Muhammadyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), BEM STIT,  BEM STKIP, BEM AKN, Paguyuban Manggeng, Paguyuban Lembah Sabil, Paguyuban Suak serta Paguyuban Babahrot.

Para demonstran tersebut menuntut agar pemerintah Abdya dibawah kepemimpinan Akmal-Musrizal untuk segera merealisasikan terkait janji kampaye nya dua tahun lalu.

Selain itu, mahasiswa yang ikut dalam demonstrasi itu juga mendesak Pemkab Abdya agar segera melanjutkan pembangunan yang terbengkalai.

Demo di Abdya, Selasa (11/6/2019) | Foto: Irfan Habibi

Dalam petisi nya, mereka juga menuntut Pemkab Abdya untuk mencari solusi terhadap harga gabah dan sawit demi kejahteraan petani setempat.

“Kami memberi waktu dalam jangka 30 hari kedepan agar pemkab Abdya segera mengindahkannya,” tegas Ketua Geranat, Noval Abizal dalam aksi itu.

Jika hal tersebut tidak direalisasikan oleh pemkab setempat, maka tidak menutup kemungkinan para mahasiswa kembali melakukan aksi yang lebih besar kedepannya.

“Bila belum direalisasikan juga, maka mahasiswa Abdya akan terus melakukan aksi-aksi selanjutnya,” jelas Noval.

Adapun beberapa point tuntutan dalam petisi tersebut sebagai berikut:

  1. Meminta pemerintah menjalankan janji terdahulu seperti Bank Gala, santunan melahirkan, pemanfaatan laut dan Gunung.
  2. Mendesak pemkab Abdya membangun infrastuktur dan memanfaatkan infrastuktur yang sudah selesai.
  3. Meminta Pemkab Abdya lebih memerhatikan pendidikan di Abdya
  4. Mengajukan keberatan kepada kementrian ATR/BPN yang telah mengeluarkan SK perpanjangan izin HGU, dan juga agar mengajukan gugatan ke PTUN untuk membatalkan SK izin HGU PT. CA.
  5. Pemkab harus memerhatikan petani terhadap harga gabah dan sawit dan mencari solusi terhadap hal tersebut.

Komentar

Indeks Berita