Tujuh Balita di Aceh Timur Mengalami Gizi Buruk, Dominan Disebabkan Faktor Ekonomi

Permasalahan ekonomi yang rendah menjadi faktor dominan dialami banyak keluarga, sehingga memengaruhi kondisi gagal tumbuh pada balita mereka karena kurangnya asupan

ACEHSATU.COM | Aceh Timur,- Sepanjang 2021 terdapat tujuh bayi bawah lima tahun (Balita) di Aceh Timur mengalami gizi buruk dominan disebabkan masalah ekonomi. 

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Seksi Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur, Erlinawati, seperti dikutip dilaman Antara.com pada selasa (21/12/2021) 

“Tujuh balita yang mengalami gizi buruk tersebut ada yang masih dalam perawatan dan terdapat juga yang telah selesai yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Aceh Timur”,  ujar Erlinawati

Erlinawati memaparkan beberapa penyebab terjadinya gizi buruk terhadap balita diantaranya masalah ekonomi.kasus tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Aceh Timur.

“Permasalahan ekonomi yang rendah menjadi faktor dominan dialami banyak keluarga, sehingga memengaruhi kondisi gagal tumbuh pada balita mereka karena kurangnya asupan gizi,” kata Erlinawati. 

Selain faktor ekonomi, lanjut Erlinawati, faktor kesehatan lingkungan, penyakit infeksi seperti kecacingan dan juga penyakit penyerta seperti penyakit jantung bawaan, hidrosefalus dan lainnya, juga menjadi penyebab gizi buruk. 

“Faktor penyakit penyerta pada anak yang sebelumnya dilahirkan sehat, tapi lama kelamaan drop berat badannya, sehingga membuatnya mengalami gizi buruk,” kata Erlinawati.

Erlinawati menjelaskan, dampak dari gizi buruk pada balita bukan hanya berpengaruhi terhadap fisik anak, namun juga mengurangi kemampuan kerja otak pada anak.

“Untuk menanganinya dibutuhkan bantuan dan dukungan serta kerja sama dari berbagai pihak terkait”

Selain itu kata Erlinawati, perubahan pola makanan keluarga yang lebih sehat, beragam, bergizi dan seimbang kepada anak penderita gizi buruk,”

Erlinawati mengungkapkan, kasus gizi buruk di Aceh Timur mengalami penurunan dari tahun sebelumnya yang mencapai 19 kasus. Dan Pemkab Aceh Timur menargetkan nol kasus gizi buruk hingga lima tahun ke depan.

“Dinas Kesehatan Aceh Timur membentuk tim mempercepat penanganan gizi buruk. Penanganan gizi buruk juga melibatkan semua pemangku kebijakan di Kabupaten Aceh Timur,” Pungkas Erlinawati.