Editorial

Tugas Berat Menanti Anda, Pak Irwandi!

Sejak Rabu pagi itu juga, Irwandi juga resmi menjadi milik rakyat Aceh. Tidak ada lagi kelompok dan partai, semua kebutuhan rakyat kini ada di pundaknya.

MENDAGRI resmi melantik H Drh Irwandi Yusuf dan Ir Nova Iriansyah MT sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Aceh periode 2017-2022, dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRA di Gedung DPR Aceh, Rabu (5/7/2017).

Sejak Rabu pagi itu juga, Irwandi juga resmi menjadi milik rakyat Aceh. Tidak ada lagi kelompok dan partai, semua kebutuhan rakyat kini ada di pundaknya.

Rakyat telah mengamanahkan. Dan seperti kata Irwandi, ia berterimakasih kepada seluruh masyarakat Aceh yang telah memberikan amanah kepada dirinya untuk menjadi pemimpin di Aceh.

“Kami ingin memulai tugas kami — sebuah tugas yang berat ini, dengan mengucapkan innalillahiwainnilaihirajiun. Ini amanah yang belum tentu bisa kita pikul,” ujar Irwandi sambil menitikkan air mata dalam pidato perdananya yang terlihat penuh haru.

Ucapan innalillahiwainnilaihirajiun menjadi sedikit aneh dan ada pula yang gagal paham. Tapi jika melihat sejarah para khalifah Islam, ketika amanah kaum muslimin diberikan di pundaknya, para Amirul Mukminin selalu mengucapkan kalimat itu.

Karena menjaga amanah adalah pekerjaan yang sangat berat.

Irwandi juga mengajak semua lapisan rakyat mendukungnya,“tolong dukung pemerintahan saya. Taati sejauh kami masih dalam jalan yang benar. Cegah dan nasihati kalau kami keluar dari garis (kebenaran). Dengan bersama saya yakin kita bisa menciptakan Aceh yang hebat,” katanya.

Kehebatan yang diwacanakan memang tidak selalu sesuai dengan hasil yang diharapkan. Namun, usaha dan perjuangan patut kita dukung.

Tugas berat memang menanti Anda Bapak Gubernur, mulai dari membenahi tatananan pemerintah, menciptakan stabilitas politik di parlemen, turunan UUPA yang masih berbelit-belit, hingga ancaman berakhirnya dana otonomi khusus pada tahun 2022.

Alih-alih selalu mencanangkan swasembada, banyak persoalan lain yang mesti dipenuhi di tengah krisis listrik dan pangan yang melanda Aceh.

Kita semua berharap dengan adanya pengalaman pernah memimpin Aceh sebelumnya, Irwandi bisa diandalkan menyelesaikan segudang pekerjaan rumah yang belum selesai.

“Mulai hari ini saya siap jadi pelayan seluruh masyarakat Aceh. Kewajiban saya melayani tanpa mendahulukan pribadi, golongan, partai tapi keseluruhan masyarakat. Saya ingin bersikap sepenuhnya melayani, bukan dilayani,” kata Irwandi lagi.

Banyak pihak menilai pernyataan itu sangatlah tulus, dan banyak pula yang optimis Irwandi akan bisa menyelesaikan persoalan yang sedang menghimpit Aceh saat ini.

Namun tugas berat Irwandi-Nova tentu ada di depan mata. Dan dukungan rakyat adalah kunci kesuksesan sebuah pemerintahan.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top