Trending Topik di Korea, ABK Indonesia Alami Pelanggaran HAM di Kapal China

Penulis Ardia Mirati Alsandi

ACEHSATU.COM — Salah satu channel TV Korea Selatan yaitu MBC  6 Mei  jam 16.45 di Korea dan 14.45 WIB dengan judul EKSKLUSIF KERJA SATU HARI 18 JAM DAN KALAU MENINGGAL AKIBAT PENYAKIT LANGSUNG DIBUANG DI PANTAI.

Menyatakan bahwa pekerja atau warga negara Indonesia yang bekerja di kapal China atau yang disebut dengan anak buah kapal (ABK) mengalami pelanggaran HAM (Hak Asasi Manusia).

MBC berhasil mendapatkan berita ini karena salah satu kapalnya berada di Busan dan pekerja Indonesia atau ABK menyampaikankannya kepada pemerintah Korea dan MBC untuk meminta bantuan.

Mulanya mereka memberikan bukti rekaman video namun rekaman tersebut belum tentu benar adanya saat ingin melakukan penyelidikan lebih lanjut kapal tersebut sudah berlayar kembali.

Salah satu ABK Indonesia yang meninggal di kapal dimasukkan ke dalam sebuah kotak yang telah dibungkus dimana terlebih dahulu para ABK lainnya memberikan acara kematian setelah itu langsung di buang ke pantai begitulah yang diterjemahkan oleh Hansol Jang di channel Youtubenya.

Dan 5 dari nelayannya yang telah bekerja selama 13 bulan namun hanya dibayar sebesar 120$ atau setara dengan 1 juta 800 ribu rupiah.

Menurut BBC NEWS INDONESIA sebanyak 14 ABK Indonesia, yang rencananya akan di pulangkan ke Indonesia (8/5/2020), mengaku mendapat perlakuan yang tidak sewajarnya dan penyiksaan di kapal ikan China, Long Xin 629.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan pernyataan pers, Kamis (07/05/2020) ia mengatakan bahwa prioritas pemerintahan Indonesia saat ini adalah memeastikan perusahaan kapal China bertanggung jawab atas hak para awak kapal Indonesia.

“Mengenai kronologi, ada 46 awak kapal Indonesia yang bekerja di empat kapal tersebut,” ujarnya.

Adapun kapalnya yaitu :

–              Kapal Long Xin 629 : 15 WNI

–              Kapal Long Xin 605 : 8 WNI

–              Kapal Tyan Yu No 8 : 3 WNI

–              Long Xin 606 : 20 WNI

“Santunan kematian telah diberikan kepada pihak keluarga oleh pihak agen. Kedua kami juga akan terus berusaha melakukan penyelidikan dan klarifikasi apakah pelarungan di laut dilakukan sesuai standar ILO (Internasional Labour Organization),” tambahnya.

Jika dalam masa penyelidikan ditemukannya pemasalahan ataupun pelanggaran maka Indonesia akan meminta China untuk melakukan penegakan hukum yang adil.

“Ketiga, pemerintahan China akan memastikan agar perusahaan China memiliki tanggung jawab untuk mematuhi hukum yang berlaku dan kontrak yang telah disepakati,” ujarnya.

Sangat di harapkan bahwa permasalahn ini dengan cepat di tangani dan penyelasaian yang sesuai. (*)