Transaksi di Atas Lahan Merah

Kondisi Suaka Margasatwa Rawa Singkil kian mengenaskan. Investigasi ACEHSATU menemukan rumah terakhir satwa di wilayah itu sudah menjadi bancakan orang berduit untuk dijadikan kebun sawit.
Perusakan hutan kaya karbon di Suaka Margasatwa Rawa Singkil tampak dari udara di Desa Ie Meudama, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan. Foto ACEHSATU.com

Tanaman sawit berbaris rapi di sisi kiri dan kanan sepanjang jalan masuk Desa Ie Meudama, Kecamatan Trumon, Aceh Selatan.

Beberapa tandan buah segar dibiarkan menumpuk di pinggir jalan siap diangkut ke pengepul.

Di belakangnya, tampak pepohonan rimbun yang menjulang tinggi diselimuti kabut tipis.

Batang-batangnya berdiri kokoh di atas lahan gambut.

Itulah Suaka Margasatwa Rawa Singkil– rumah terakhir bagi Orangutan, Harimau Sumatera, Badak Sumatera, dan Gajah Sumatera di wilayah itu.

Desa ini memang berbatasan langsung dengan hutan dalam kawasan SM Rawa Singkil.

Jaraknya dari pemukiman warga paling dekat berkisar 70 meter sedangkan paling jauh 5 kilometer saja.

Sebagian besar penduduk desa ini menyambung hidup dengan mengandalkan pendapatan dari hasil perkebunan sawit.

Sedikitnya, setiap rumah memiliki kebun sawit seluas dua hektar yang berada di halaman belakang rumah mereka.

Namun, tidak semua perkebunan sawit di Desa Ie Meudama milik penduduk desa.

Ada juga kebun milik masyarakat luar dengan modal lebih besar yang tertarik meraup pundi-pundi rupiah dari usaha perkebunan sawit.

Diduga, para pemodal ini menggelontorkan banyak uang membumihanguskan hutan-hutan di dalam Rawa Singkil yang menjadi habitat bagi ragam spesies flora dan fauna Sumatra.

Kanal-kanal yang mengalirkan air untuk sawit pun banyak sudah terbentuk, sebagian lahan juga ada yang sudah ditanami sawit, sebagiannya lagi masih dibiarkan menganga. 

Perambahan di SM Rawa Singkil masih berlangsung di November 2022.

Hasil pengamatan  ACEHSATU.COM melalui foto drone, ada lahan yang tampak baru dibuka.

Pepohonan sudah dirobohkan, asap pun kelihatan mengepul terbang ke udara menyisakan ranting-ranting kayu yang sudah berwarna kehitaman. 

Tampak bukaan baru kawasan hutan SM Rawa Singkil pada bulan November di SM Rawa Singkil yang berlokasi dekat Desa Ie Meudama. (15/11/22). Foto ACEHSATU.com

Berdasarkan perhitungan Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA) menggunakan analisis citra satelit, sejak Januari-November 2022 terdapat 75,31 hektare tutupan hutan yang sudah terbuka di Kawasan SM Rawa Singkil yang berbatasan langsung dengan Desa Ie Meudama.

Pada November 2022, jumlah bukaan baru terpantau seluas 490 hektare. 

Bukaan baru ditandai dengan garis biru terang yang terpantau melalui citra satelit. Dok. BPKH

Awal Mula Perambahan Hutan untuk Sawit (Hal 2)