Tragis! Nyawa Ibu Sepanjang Jalan

Hamdani.

Membaca berita yang disiarkan harian ini dua hari yang lalu tentang seorang ibu yang terpaksa melahirkan bayi laki-laki nya ditengah jalan saat sedang berusaha menuju rumah sakit rujukan.

Peristiwa memilukan ini terjadi ketika Nurjannah dalam perjalanan dari Puskesmas Samar Kilang ke Rumah Sakit Umum Muyang Kute dengan menumpang ambulance.

Namun akibat kondisi jalan sangat buruk, perjalanan yang seharusnya lebih cepat tiba dari biasanya justru memakan waktu hingga berjam-jam.

Akibatnya Ibu Nurjannah harus berjuang melahirkan bayinya dan keselamatan dirinya ditempat yang ia tidak diharapkan.

Apa hendak dikata, takdir melahirkan ditepi jalan pun harus ikhlas ia terima.

Tetapi bukan persoalan takdir itu yang ingin saya uraikan. Sebab takdir itu memang tidak pernah ada yang tahu kapan dan bagaimana terjadi. Meski ada yang merencanakan takdir.

Yang pasti apa saja yang terjadi di alam semesta ini semua karena izin Allah. Bahwa berikhtiar untuk mendapatkan takdir baik maka itulah kewajiban manusia dan itu pulalah yang dilakukan Ibu Nurjannah.

Nurjanah berjuang dengan seluruh tenaga agar dirinya bisa menghadirkan bayi yang dikandungnya ke dunia ini dengan selamat dan bahagia.

Namun sayangnya perjalanan yang ia tempuh dengan kondisi jalan yang sangat buruk membuat ia tak mampu berkutik.

Nurjanah menyerah dan pasrah untuk menerima apa yang sesungguhnya tak terbayangkan sebelum itu.

Peristiwa ini mesti menjadi motivasi bagi pemerintah terutama Pemerintah Aceh dan Kabupaten Bener Meriah untuk memperbaiki sarana layanan publik.

Sebab karena jalan buruk telah menjadi penyebab jatuhnya takdir yang menyedihkan bagi Ibu Nurjannah dan mungkin banyak ibu-ibu yang lain menerima nasib serupa.

Nasib pilu kisah seorang ibu yang melahirkan bayi nya tanpa dilayani oleh bidan dan perawat rumah sakit. Gegara jauhnya perjalanan yang harus ia lewati.

Kisah ini seakan-akan ingin menampakkan kepada kita semua bahwa nyawa ibu di sepanjang jalan. Betapa mengerikan, untuk mendapatkan layanan kesehatan saja sangat sulit.

Coba renungkan jika posisi Nurjannah dialami oleh Istri Gubernur atau Istri Bupati, apa yang akan terjadi?