https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-ca78e0025ec30038b1f804938a108109-ff-IMG-20240402-WA0003.jpg

Berita Lainnya

https://acehsatu.com/wp-content/uploads/fluentform/ff-c926ea740f30a093883f895c1586ddc8-ff-IMG-20240402-WA0004.jpg

Hukum

Politik

Pemain Bola
Foto. Net

ACEHSATU.COMSejumlah pemain bola dunia maupun Indonesia pernah terlibat insiden mengejutkan di lapangan saat membela klubnya masing-masing. Beberapa di antaranya ada yang saling berbenturan dengan pemain lain hingga mengalami cedera dan bahkan berujung kematian.

Kali ini kita akan membahas sejumlah pemain dunia maupun Indonesia yang meninggal di lapangan.

Dikutip dari berbagai sumber, berikut 8 peristiwa tragis kematian pesepakbola di lapangan:

1. Antonio Puerta

Puerta meninggal dalam usia yang masih sangat muda yakni 22 tahun pada 28 Agustus 2007. Kematian Puerta membuat publik Spanyol berduka.

Puerta meninggal akibat serangan jantung. Puerta tiba-tiba jatuh di lapangan saat Sevilla menghadapi Getafe di ajang La Liga. Puerta sempat dibawa ke rumah sakit dan menjalani perawatan, namun nyawanya tak tertolong.

2. Marc Vivien Foe

Marc Vivien Foe meninggal di lapangan karena sakit jantung (Google) Pemain Kamerun ini juga meninggal karena serangan jantung. Foe pingsan di tengah lapangan saat Kamerun bertemu Kolombia di semifinal Piala Konfederasi, 26 Juni 2003.

Akibat kematian Foe, Kamerun dan Prancis tidak bersemangat tampil di partai final. Tim Prancis mengajak Kamerun untuk bersama-sama mengangkat trofi juara.

3. Daniel Jarque

Dua tahun berselang setelah meninggalnya Puerta, publik sepakbola Spanyol kembali berduka. Salah seorang pemain Espanyol, Daniel Jarque meninggal dunia karena serangan jantung.

Jarque tiba-tiba ambruk saat sedang menjalani sesi latihan bersama rekan-rekan satu timnya. Ia pun meninggal dalam perjalanan ke rumah sakit.

4. Piermario Morosini

Dia meninggal pada usia 25 tahun. Piermario Morosini, pemain Livorno ini kembali menjadi korban keganasan serangan jantung.

Gelandang asal Italia ini meninggal saat timnya bermain melawan Pescara di kompetisi Seri B. Menit ke-31, tanpa adanya kontak dengan pemain lain, dia terjatuh. Sempat dibawa ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong.

5. Eri Irianto

Pemain kelahiran Sidoardjo ini meninggal dunia pada 3 April 2000. Pada pertandingan Persebaya Surabaya melawan PSIM Yogyakarta di Stadion Gelora 10 Nopember tanggal 3 April 2000, Eri  bertabrakan dengan pemain PSIM asal Gabon, Samson Noujine Kinga.

Akibat takbrakan tersebut, dia pingsan dan dilarikan ke rumah sakit. Namun, malamnya ia akhirnya dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Dokter Soetomo karena serangan jantung.

6. Jumadi Abdi

Pemain Bontang PKT ini meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama 8 hari. Jumadi dilarikan ke rumah sakit setelah benturan keras dengan pemain Persela Lamongan Deny Tarkas 7 Maret 2009.

Jumadi meninggal disebabkan kerusakan di sejumlah organ vital yang disebabkan kuman yang keluar dari usus halus yang bocor setelah mengalami benturan keras dengan Deny.

7. Akli Fairuz

Striker Persiraja Banda Aceh ini menghembuskan napas terakhir setelah hampir sepekan dirawat akibat diterjang kiper PSAP Sigli Agus Rohman bulan Mei lalu.

Akibat benturan keras itu, Akli mengalami luka dalam. Kantong kemihnya mengalami kebocoran dan ususnya robek.

8. Choirul Huda

Choirul Huda bisa dibilang one man club. Sebab, semenjak berkarier sebagai pesepakbola profesional pada 1999 hingga meninggal dunia pada 2017, hanya Persela Lamongan yang ia bela. Meski mendapatkan banyak tawaran dari banyak klub, namun Choirul Huda memilih bertahan bersama klub yang bermarkas di Stadion Surajaya, Lamongan tersebut.

Petaka menimpa Choirul Huda pada Minggu 15 Oktober 2017. Saat itu, secara tidak sengaja kaki bek Persela Ramon Rodrigues menabrak tulang rusuk Choirul Huda yang hendak mengamankan si kulit bulat.

Saat itu, maksud Ramon Rodrigues adalah menutup pergerakan penyerang Semen Padang, Marcel Sacramento. Namun, tabrakan antara dirinya dengan Choirul Huda justru tidak terhindarkan.

Setelah itu, Choirul Huda sempat mendapat perawatan medis di lapangan dengan alat bantu pernapasan. Sayangnya, nyawa kiper berusia (38) tahun itu tak tertolong lantaran mengalami cedera serius di bagian dadanya. (*)