Tolak Nama Penerima, Warga Minta BLT Dibagi Rata,  Camat Perintah Data Ulang

Tolak Nama Penerima, Warga Minta  BLT Dibagi Rata,  Camat Perintah Data Ulang

ACEHSATU.COM [ ACEH TAMIANG – Nama-nama penerima bantuan langsung tunai (BLT) di Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang sebanyak 76 orang di tolak warga dalam forum mediasi antara Datok Penghulu Kampung Babo dengan warga yang dipimpin Camat Bandar Pusaka, Drs Abdul Muthalib di Babo. Selasa (9/2/2020)

Camat memerintahkan Datok Penghulu Babo, Poimin untuk melakukan pandataan ulang selama tujuh hari untuk mendapatkan nama-nama penerima BLT yang dapat diterima warga.

Forum mediasi ini yang digelar di Kantor Datok Penghulu Kampung Babo, juga di hadiri Danramil dan Kapolsek Tamiang Hulu  serta warga setempat.

Pantuan Acehsatu.com, Selasa (9/2/20220), mediasi tersebut berlangsung alot karena warga menuntut agar BLT bersumber dari dana desa itu di bagi rata. alasannya semua warga juga merasakan dampak dari  Covid 19 tanpa terkecuali miskin dan kaya.

Herman warga Dusun Salam Kampung Babo mengatakan, imbas Covid-19 ini tidak terkecuali miskin ataupun kaya “Kenapa pembagian BLT ini harus dipilih-pilih, semestinya semua warga berhak menerima BLT, “ujarnya

Begitu juga dengan Siti Khadijah warga Dusun Salam juga mengusulkan dana tersebut dibagi rata “Kenapa dana tersebut tidak dibagi rata saja,” cetus Khadijah.

Yusuf selaku anggota MDSK juga mempertanyakan hal tersebut, berapa orang masyarakat Babo yang sama sekali yang belum pernah mendapatkan bantuan pemerintah.

Menjawab keinginan warga Datok Penghulu Babo, Paimin menjelaskan, jumlah kepala keluarga (KK) Kampung Babo saat ini sebanyak 732 KK dan 303 KK belum pernah menerima bantuan apapun dari pemerintah.

Namun, lanjut Datok, secara aturan BLT tidak dapat dibagi rata untuk 303 KK tersebut karena penerima dana BLT harus memenuhi kreteria sesuai dengan aturan yang ditetapkan di musyawarah desa.

Diterangkan juga, selaku pemerintah kampung, pihaknya sudah melakukan tahapan untuk penjaringan calon penerima BLT ini. “Nama calon penerima ditetapkan dalam forum musyawarah khusus desa (Musdesus),” ujarnya.

Awalnya yang diusulkan dalam musyawarah desa, sebanyak 233 KK kemudian dilakukan  validasi nama-nama calon penerima dan ditetapkan sebanyak 91 KK yang berhak menerima sesuai kreteria yang ditetapkan di Musdesus.

Selanjutnya data tersebut di sampaikan ke kecamatan untuk di evaluasi kembali, setelah dievaluasi tim kecamatan, yang berhak menerima BLT berkurang menjadi 76 orang kemudian data tersebut dikembalikan lagi ke desa. “Di kampung  data 76 ini kami bahas kembali di forum musyawarah desa untuk menyampaikan hasil evaluasi kecamatan,” ujarnya. .

BLT Tidak Dibagi Rata

Terkait permintaan warga dana BLT dibagi rata, Paimin menegaskan, Pemerintah Kampung tidak akan memberikan dana BLT untuk dibagi Rata tetapi jika penerima BLT ingin berbagi dengan warga yang tidak mendapat BLT, Itu diluar kewenangan dan tanggung jawab pemerintah kampung dan kami tidak akan memfasilitasi hal tersebut.

Baca juga : https://acehsatu.com/tak-dapat-blt-warga-babo-ramai-ramai-ke-kantor-bupati-aceh-tamiang/

“Kami hanya menyalurkan kepada yang berhak menerima BLT DD sesuai dengan kreteria aturan yang disepakati di musyawarah desa,” terangnya.

Pada kesemptana tersebut Camat menegaskan kembali  bahwa tidak ada aturan dana BLT harus dibagi rata. Melihat mediasi ini semakin alot, akhirnya Camat mengambil jalan tengah dan memerintahkan Datok Penghulu mendata kembali penerima BLT di Kampung Babo dan solusi tersebut disetujui warga.

“Jika masyarakat menolak nama-nama pemerima BLT-DD yang sudah ditetapkan maka saya beri waktu kepada datok penghulu dan perangkat kampung untuk melakukan pendataan ulang dalam kurun waktu 7 X 24 jam, tapi harus di ingat tetap mengikuti aturan yang ada,” pungkas Camat (Putra/TS)