Ekonomi

Tingkat Inflasi Aceh Hanya 4,1 Persen, Pemerintah Dorong Swasta Lebih Berperan

Dikatakan, memasuki triwulan II tahun 2017 ini, perkembangan perekonomian Aceh juga memberikan tanda-tanda yang cukup menggembirakan.

Foto | Net

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Tingkat inflasi Aceh masih berada pada kisaran sasaran, yakni sebesar 4 ± 1 persen.

Pencapaian inflasi yang rendah ini tidak terlepas dari kinerja Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Aceh yang cukup aktif melakukan koordinasi guna menekan gejolak inflasi daerah.

Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Kamaruddin Andalah, S Sos, saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Aceh, Drh Irwandi Yusuf, M Si, pada acara Diseminasi Kebijakan moneter Bank Indonesia, yang di pusatkan di Auditorium Kantor Perwakilan Bank Indonesia Aceh, Kamis (7/9/2017).

Dikatakan, memasuki triwulan II tahun 2017 ini, perkembangan perekonomian Aceh juga memberikan tanda-tanda yang cukup menggembirakan.

Data BI membuktikan, pertumbuhan ekonomi Aceh pada periode ini tercatat sebesar 4,01 persen year on year (yoy), lebih baik dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya tumbuh 2,67 persen year on year.

Kamaruddin mengungkapkan, semangat ini telah mendorong Pemerinta Aceh untuk menjalankan 4 strategi utama pengendalian inflasi, yaitu menjamin ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi dan komunikasi.

“Sebagai penghargaan atas kinerja itu, Presiden telah menganugerahi salah satu TPID di Aceh, yakni TPID Kota Subulussalam, sebagai pendatang baru terbaik di wilayah Sumatera pada Rakornas TPID ke-8 beberapa waktu lalu di Jakarta,” ungkap Andalah.

Meskipun demikian, Andalah tidak menampik bahwa hingga saat ini ketergantungan terhadap realisasi belanja pemerintah (APBA) masih sangat tinggi.

Sementara peran sektor swasta masih terbatas. Menurut Andalah, fenomena ini harus diubah dengan mendorong sektor swasta untuk lebih meningkatkan perannya.

Karena itu, Andalah menyarankan para pemangku kebijakan terkait untuk memperkuat sektor-sektor potensial, seperti pertanian, perkebunan, perikanan, dan pertambangan melalui diversifikasi usaha dan berbagai bentuk dukungan, sehingga sektor ini memiliki nilai tambah bagi gerak usaha masyarakat.

To Top