Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran Lae Longkib, Kapolres Subulussalam Kirim Sampel Air dan 5 Ekor Ikan ke Lab Sucofindo Medan

Tindaklanjuti Dugaan Pencemaran Lae Longkib, Kapolres Subulussalam Kirim Sampel Air dan 5 ekor Ikan ke Lab Sucofindo Medan

Laporan: Rinto Berutu

ACEHSATU.COM | SUBULUSSALAM– Kapolres Subulussalam AKBP Qori Wicaksono SIK, mengaku telah mendapat laporan terkait temuan kasus ikan mati massal di Sungai Lae Longkib. Kapolres bahkan langsung menurunkan personelnya untuk melakukan penyelidikan awal.

Dugaan sementara, temuan ikan mati di sungai itu akibat terkontaminasi limbah beracun.

“Kemarin tim kami sudah ambil sampel air dan 5 ekor ikan yang mati bersama sama dengan staf Dinas BLHK dan tadi malam tim kami dan staf BLHK sudah berangkat ke lab Sucofindo medan,” ujar AKBP Qori Wicaksono dalam keterangan tertulisnya kepada ACEHSATU.COM, Kamis (18/6/2020).

Kapolres menambahkan, hasil laboratorium tersebut belum dapat dipastikan kapan keluarnya. Karenanya setelah sampel diberikan ke lab, tim kembali terlebih dahulu ke Kota Subulussalam.

“Lembaga Standarisasi Pemerintah belum kita ketahui berapa hari keluarnya hasil sampel tersebut, usai kita berikan sampel itu, tim kita balik dulu ke Subulussalam,” katanya.

Sungai Lae Longkib yang diduga tercemar limbah. | Foto: ACEHSATU.COM/Rinto Berutu

Kendati demikian, AKBP Qori menegaskan akan tetap memproses jika nantinya uji sampel menunjukkan hasil bahwa ikan yang mati positif mengandung limbah.

“Kalau positif mengandung limbah dan itu yang menjadi penyebab matinya ikan, kasus ini akan kita tingkatkan ke tahap penyidikan,” pungkas AKBP Qori Wicaksono.

Kapolres Subulussalam itu mengaku telah mengambil langkah langkah setelah menerima laporan dari masyarakat, dan jika ikan mati itu bukan karena limbah maka pihaknya akan kembali menyelidiki penyebab matinya ikan di sungai Lae Longkib tersebut. (*)