Bener Meriah

Tim RSJ Pecut Meurah Intan Aceh Jemput 2 Pasien Pasung

Tim Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Pecut Meurah Intan Aceh Banda Aceh, yang dipimpin langsung Direktur RSJ Pecut Meurah Intan Aceh dr Mochrozal, M. Kes didampingi Kepala Dinas Kesehatan Bener Meriah dr. Aliyen jemput dua pasien pasung yang mengalami gangguan jiwa

ACEHSATU.COM | BENER MERIAH –  Tim Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Pecut Meurah Intan Aceh Banda Aceh, yang dipimpin langsung Direktur RSJ Pecut Meurah Intan Aceh dr Mochrozal, M. Kes didampingi Kepala Dinas Kesehatan Bener Meriah dr. Aliyen jemput dua pasien pasung yang mengalami gangguan jiwa di Kecamatan Bandar dan Kecamatan Permata Kabupaten Bener Meriah untuk dibawa dan di obati di Banda Aceh.

Kedua pasien pasung, Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) diantaranya, MM (40) warga Bahgie Bertona Kecamatan Bandar, dan AT Warga Bakongan Kecamatan Permata.

Sebelum kedua pasien ODGJ itu dijemput, Tim RSJ Pecut Meurah Intan Aceh laksanakan diskusi dengan pihak Kabupaten Bener Meriah  yang  difasilitasi Pemerintah daerah Kabupaten Bener Meriah melalui Bidang Kamasyarakatan ( Kesra) di offrum Kantor Bupati Bener Meriah. Kamis 1 November 2018.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur RSJ Pecut Meurah Intan Aceh dr Mochrozal menyampaikan, hari ini kami turun hanya satu tim saja karena yang dijemput hari ini cuma 2 orang, namun dalam hal ini Tim yang menjemput pasien ODGJ di Bener Meriah sangat lengkap karena turut didampingi dari Dinas Kesehatan Aceh.  Ujarnya.

Menurutnya, selama ini pihaknya dalam menjemput pasien ODGJ itu hanya berjalan sendiri namun sekarang ini sudah berintegritas dengan pihak Dinas Kesehatan Aceh dimana pada hari ini juga dalam penjemputan pasien ODGJ Tim didampingi Kasi PTN dan Keswa Dinkes Aceh yaitu dr. Fitri dan Erni. Tutur Direktur RSJ Pecut Meurah Intan Aceh itu.

Dalam kesempatan itu, dia menyatakan, ketika saya masih di Kabupaten masalah yang terbesar adalah gelandang dan terlantar, namun setelah saya sudah di Provinsi ada jalan keluar mengenai masalah gelandang dan terlantarnya ODGJ itu. Sebutnya.

“Ketika saya sudah di Provinsi, masalah itu sudah ada jalan keluarnya yaitu di dinas catatan sipil didaerah kalau di provinsi dinas registrasi kependudukan yaitu bisa membuat kartu keluarga ( KK)”.

Orang Dengan Gangguan jiwa yang gelandang dan terlantar yang dititipkan ke Dinkes, RSU, atau Ke kecamatan, Puskesmas. Untuk dititipkan ke KK siapa saja yang mau menerimanya agar mereka-mereka itu mendapat obat dan bisa diklim. kata Mochrozal.

Lanjutnya, sejauh ini sudah ada 139 ODGJ gelandang menjadi beban pemerintah Aceh setelah mereka mendapat KK, kalau sebelum adanya KK dulu mereka sepenuhnya menjadi beban RSJ.

Mochrozal juga mengharapkan,  selain mendapat pengobatan bagi pasien ODGJ selama dalam penangan pihak RSJ, pasca setelah pulang dari RSJ para pasien ODGJ harus juga diperhatikan baik pemerintah maupun masyarakat disekitar. Karean selam isi setelah pasien pulang tidak ada lagi terlalu diperhatikan pengobatan sehinga pasien tersebut dapat mengalami gangguan jiwa lagi. Tuturnya

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top