Tim Kesehatan Swab Semua Pejabat Pemkab Bireuen dan Wartawan, Ini Tujuannya

Suasana pemeriksaan Swab yang dilaksanakan Pemkab Bireuen, Senin (28/09/2020) pagi/Foto. Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM.

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bireuen, termasuk wartawan dari berbagai media mengikuti tes Swab yang dilaksanakan Pemda setempat.

Kegiatan yang melibatkan petugas dari Dinas Kesehatan dan RSUD dr Fauziah berlangsung di Sekretariat Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pendopo Bupati Bireuen, Senin (28/09/2020) pagi.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai upaya untuk mencegah meluasnya penyebaran Virus Covid-19 di Kabupaten Bireuen.

Hal itu dikatakan Dr H Muzakkar A Gani SH MSi melalui Kepala Dinas Kesehatan dr Irwan A Gani yang didampingi Direktur RSUD dr Fauziah dr Amir Addani MKes, juru bicara tim gugus tugas penanganan Covid-19, Husaini SH MM, saat dikonfirmasi ACEHSATU.COM di lokasi kegiatan.

Sementara itu, Direktur RS dr Fauziah menjelaskan, yang diperiksa sesuai arahan Bupati Bireuen, mulai dari staf ahli bupati, asisten, kepala SKPK, kepala bagian, kepala sekretariat keistimewaan Aceh, serta camat dari 17 kecamatan.

“Pemeriksaan Swab ini untuk proteksi dini dan upaya untuk menghindari penyebaran Covid-19, apabila ada terpapar sudah kita diketahui bisa langsung melakukan isolasi mandiri guna memutus rantai penyebaran,” ujarnya.

Dikatakannya, saat ini kita tidak tahu jika ada orang tanpa gejala yang terpapar Covid-19 dan menyebar kemana-mana.

“Paling bahaya mengenai orang-orang ada penyakit penyerta seperti diabetes, darah tinggi, jantung, obesitas, resikonya lebih tinggi, terkena dari OTG,” terangnya.

Sambungnya lagi, para pejabat di Swab seluruh pejabat eselon Pemkab Bireuen, yang ada ikuti rapat beberapa waktu lalu, dan ada kontak, dan pemeriksaan Swab juga kepada sejumlah wartawan liputan Bireuen, terang dr Amir Addani.

Amatan ACEHSATU.COM, sebelum ikuti proses pemeriksaan, seluruh pejabat dan wartawan harus menulis atau serahkan KTP untuk dicatat identitas lengkap oleh petugas dan selanjutnya menunggu giliran diperiksa, hanya butuh waktu sesaat untuk dimasukkan alat dihidung dan mulut. (*)