Tim Forensik Bawa Sampel Barang Bukti Kebakaran Suzuya Mall Banda Aceh

Winardy mengatakan, proses olah TKP berlangsung selama dua hari. Tim gabungan menemukan sejumlah sampel barang yang akan diuji forensik.
Pusat perbelanjaan terbesar di Banda Aceh
Kepulan asap menjulang dari lantai 3 Suzuya Mall yang terbakar di Banda Aceh, Senin (4/4/2022) ANTARA/Amplesa

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Tim Laboratorium Forensik (Labfor) menemukan sejumlah barang bukti di titik awal api yang menghanguskan Suzuya Mall Banda Aceh pada Senin, 4 April lalu. Sampel barang bukti itu akan diuji forensik.

“Olah TKP kebakaran Suzuya Mall telah selesai dilaksanakan. Ada sampel barang bukti yang dibawa tim Labfor,” kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy kepada wartawan, Sabtu (9/4/2022)

Proses olah TKP yang dilakukan tim Labfor Cabang Sumatera Utara selesai pada Jumat kemarin. Tim Labfor dibantu unit identifikasi Polresta Banda Aceh dan Polda Aceh saat menyelidiki penyebab kebakaran tersebut.

Winardy mengatakan, proses olah TKP berlangsung selama dua hari. Tim gabungan menemukan sejumlah sampel barang yang akan diuji forensik.

“Sampel barang bukti itu dari tempat diduga awal api,” jelas Winardy.

Winardy tidak merinci jenis barang bukti yang dibawa tersebut. Menurutnya, proses identifikasi itu membutuhkan waktu sekitar dua pekan.

“Sampel barang bukti itu diuji forensik dulu dan hasilnya sekitar dua minggu,” bebernya.

Sebelumnya pada Senin lalu, Suzuya Mall Banda Aceh yang terletak di Jalan Teuku Umar, terbakar sekitar pukul 11.30 WIB.

Sebanyak 20 armada pemadam kebakaran dari Banda Aceh dan Aceh Besar serta satu mobil water canon dikerahkan untuk memadamkan api.

Api awalnya dapat dipadamkan sekitar pukul 17.00 WIB. Setelah itu, petugas melakukan pendinginan. Di luar dugaan, api kembali membumbung tinggi sekitar pukul 19.30 WIB.

“Apinya sangat besar, parah kali memang. Kita langsung tindak lagi. Itu api membesar setelah kita buka puasa,” kata Kabid Pencegahan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh Nasri, saat itu.

Dia menduga, api kembali muncul karena ada bara yang tidak sepenuhnya padam. Menurutnya, proses pemadaman tergolong sulit karena banyak barang mudah terbakar.

“Yang namanya ini kebakaran barang sulit ditembus karena barangnya ke tindih kita tembus di luarnya saja. Tapi di dalamnya masih ada bara, bara ini akan jadi api lagi. Ini persoqalan,” ujarnya.

Api baru benar-benar pada pada pukul 23.30 WIB. Petugas kemudian melakukan pendinginan untuk mencegah munculnya api. “Kondisi di dalam saat ini sudah dapat dipadamkan,” jelasnya.