Tiga Pelaku Jambret Ibu Rumah Tangga di Aceh Timur Beberapa Waktu Lalu Ditangkap

Kasus penjambretan ini terungkap dari rekaman CCTV atau kamera pemantau dari rumah warga di lokasi kejadian.
Tiga penjambret ditangkap
Pelaku jambret saat dimintai keterangan di Mapolres Aceh Timur, Jumat (30/9/2022).

ACEHSATU.COM | Aceh Timur – Tiga pelaku jambret terhadap seorang ibu rumah tangga beberapa waktu Lalu berhasil ditangkap oleh Satreskrim Aceh Timur. Pelaku melakukan Aksinya dengan Mengikuti korban yang memboncengi sepeda motor di jalan desa di Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Timur AKP Miftahuda Dizha Fezuono di Aceh Timur, Sabtu, mengatakan ketiga pelaku ditangkap secara terpisah di Idi Rayeuk.

Pelaku pertama ditangkap berinisial KM, warga Idi Rayeuk. Dari keterangan KM, polisi juga menangkap kedua rekannya yang lain yaitu ZL dan SY. Keduanya merupakan warga Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur. 

Dari hasil introgasi Polisi menyebutkan ZL berperan penjual dan menikmati hasil kejahatan yang dilakukan KM. Sedangkan SY selaku pembeli (penadah) barang yang dijual oleh ZL. 

Kasus penjambretan ini terungkap dari rekaman CCTV atau kamera pemantau dari rumah warga di lokasi kejadian.

“Barang bukti yang berhasil amankan diantaranya dua unit sepeda motor, dompet serta satu unit telepon genggam milik korban,” kata Kasatreskrim Miftahuda. 

Penjambretan dilakukan KM terjadi di Desa Kampung Jalan pada Sabtu (17/9)  dengan korban warga Idi.  

Modus dilakukan KM dalam aksinya yaitu mengikuti calon korbannya dari belakang. Setibanya di tempat sepi, KM merampas barang bawaan korban.

Kini pelaku telah diamankan di Mapolres Aceh Timur. Atas perbuatannya, KM dipersangkakan melanggar Pasal 365 KUHP dengan ancaman pidana sembilan tahun penjara. 

Sedangkan ZL dipersangkakan melanggar Pasal 480 KUHP Ayat (1) dan (2) dengan ancaman pidana empat tahun penjara dan SY dipersangkakan melanggar pasal 480 KUHP Ayat (1) dengan ancaman pidana empat tahun penjara.

Agar kejadian serupa tak terulang, Kasatreskrim juga mengimbau kepada masyarakat, terutama perempuan yang mengendarai sepeda motor agar benar-benar memperhatikan barang bawaannya.

Menurutnya, tindak kejahatan seperti itu terjadi karena ada kesempatan.

“Jangan dijadikan satu kesempatan bagi pelaku. Karena pelaku ini ada rumus, niat plus kesempatan sama dengan tindak pidana,” kata AKP Miftahuda Dizha Fezuono.