Tiga Nelayan Aceh yang Terdampar di India tidak Punya Ongkos Pulang

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Anggota DPRA, Iskandar Usman Al-Farlaky, kembali melayangkan surat kepada Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah.

Ia meminta, pemerintah memulangkan tiga nelayan Aceh yang sebelumnya ditahan di India dan kini sudah dibebaskan.

Surat tersebut sudah dilayangkan beberapa hari yang lalu c/q Dinas Sosial Aceh.

Saat ini ketiga nelayan Aceh itu ditempatkan di kamp penampungan pada sebuah pulau di Andaman, India.

“Tiga nelayan kita yang sebelumnya sempat ditahan, alhamdulillah sudah dibebaskan. Bahkan sudah hampir beberapa bulan lebih mereka itu telah bebas, kini menunggu dipulangkan,” kata Iskandar dalam pernyataan tertulis, Rabu (20/5/2020).

Menurut Iskandar, ketiga nelayan tersebut tidak bisa pulang lantaran terkendala ongkos.

“Mereka terkendala akomodasi, harus ada turun tangan pemerintah dan Kemlu,” ujar Iskandar.

Politisi asal Aceh Timur ini menyatakan, ketiga nelayan Aceh itu sudah dibebaskan oleh pihak berwenang India pada tanggal 5 Maret 2020.

Ketiganya adalah Munazir (33 tahun) alamat Gampong Jawa, Kecamatan Kuta Raja, Kota Banda Aceh sebagai nahkoda Motor Athiya 02 berkapasitas 7 GT.

Dua lagi yaitu Kaharuddin (33 tahun) alamat Gampong Labuhan Keude, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur.

Serta Azmansyah (31 tahun) alamat Gampong Blang Ni, Kecamatan Simpang Ulim, Kabupaten Aceh Timur.

Masing-masing sebagai Anak Buah Kapal (ABK).

Sebelumnya, mereka hilang kontak ketika melaut dengan menggunakan Kapal Motor Athiya 02 berkapasitas 7 GT pada tanggal 20 September 2019 silam.

Akhirnya diketahui, mereka ditahan otoritas India.

Surat yang disampaikan anggota DPRA ini, juga ikut ditembuskan kepada Menlu RI, Dubes RI di New Delhi, Konsulat RI di Mumbai, Kadis Kelautan dan Perikanan Aceh, Panglima Laot Aceh, dan Kepala Biro Hukum Setda. (*)