Tiga Nelayan Aceh Timur Yang Hanyut ke Malaysia Akibat Bot Bocor Dipulangkan ke Kampung Halaman

Tiga nelayan aceh timur dua hari terapung-rapung akibat bot mereka bocor tertabrak dengan kayu di tengah laut dan diselamatkan oleh polisi Langkawi Malaysia
Tiga nelayan Aceh Timur ditemukan di Langkawi Malaysia
Para nelayan Aceh yang hanyut dan diselamatkan di Langkawi Malaysia, di Langkawi, Jumat (23/9/2022) (/HO)

ACEHSATU.COM | Banda Aceh – Tiga nelayan Aceh Timur yang ditemukan hanyut di Langkawi Malaysia akibat bot mereka bocor tertabrak kayu ditengah laut kini telah dipulangkan, dan mereka tiba dengan selamat di tanah air melalui bandara Kualanamu Medan, Sumatera Utara. 

“Tiga nelayan Aceh Timur yang hanyut dan ditemukan polisi laut Langkawi itu hari ini sudah tiba di Kualanamu,” kata Wakil Sekjen Panglima Laot Aceh Miftach Tjut Adek, di Banda Aceh, Jumat. 

Baca Juga: Dua Hari Terapung di Laut Tiga nelayan Aceh Timur Ditemukan di Langkawi Malaysia

Miftach mengatakan, kedatangan mereka dari Malaysia disambut perwakilan Pemerintah Aceh di Medan, untuk kemudian langsung diantarkan ke rumah masing-masing. 

“Menurut keterangan mereka langsung diberangkatkan ke Aceh Timur hari ini juga,” ujar Miftach.

Miftach menyampaikan, pemulangan mereka juga telah disurati oleh Konsulat Jenderal Indonesia (KJRI) di Penang kepada kantor perwakilan Pemerintah Aceh di Medan untuk dapat memfasilitasi para nelayan tersebut. 

“KJRI juga sudah meminta agar perwakilan Pemerintah Aceh di Medan memfasilitasi mereka di bandara, serta mendampingi kepulangan hingga penyerahan kepada keluarga,” kata Miftach.

Adapun identitas tiga nelayan tersebut yakni M Yunus (34), Sofyan Ishak (50) dan Fajri Kamal (29), ketiganya warga Peudawa Kabupaten Aceh Timur.

Untuk diketahui, mereka sebelumnya hanyut saat pergi melaut beberapa waktu lalu dari Aceh Timur, kemudian ditemukan dengan selamat di wilayah Langkawi Malaysia.

Saat ditemukan, ternyata mereka mengalami musibah karena kapal yang digunakan bocor tertabrak kayu di tengah laut, sehingga membuat mesin kapal mati. 

Setelah dua hari terapung-rapung, sekitar dua hari lalu mereka mendapatkan pertolongan dari polisi laut Langkawi, dan mendapatkan perawatan kesehatan