Tiga Keutamaan Bulan Muharram

"Bulan Muharram dimaknai sebagai momen pelipatgandaan amalan yang dikerjakan"
muharram
Bulan Muharram awal Tahun Baru Hijriah. acehsatu.com/ist

ACEHSATU.COM – Saat ini kita memasuki tahun baru islam 1444 Hijriah, diawali dengan Bulan Muharam. Bulan Muharram merupakan salah satu  bulan yang istimewaan dan banyak keutaamaan di bulan muharram tersebut.

Dirangkum dari tulisan Imam Baihaqi dalam Khazanah Islam Klasik,  diantaranya tiga keutamaan Bulan Muharram menurut Hadits Nabi Muhammad SAW seperti dikutip acehsatu.com dari detik.com

1. Dilipatgandakannya Amalan

Bulan Muharram dimaknai sebagai momen pelipatgandaan amalan yang dikerjakan. Dengan kata lain, pahala akan dilipatgandakan bagi yang berbuat ketaatan dan begitu pun sebaliknya dosa yang dikerjakan pada bulan Muharram.

Baca : Penyambutan Tahun Baru Islam Kembali Meriah

Hal ini dilandasi dari salah satu riwayat hadits yang diceritakan oleh Ibnu Abu Bakrah. Ia berkata, Rasulullah menyebut bulan Muharram sebagai salah satu bulan Haram di kalender Hijriah dan berkata,

“Maka sesungguhnya darah, harta, dan kehormatan kalian semua haram (mulia) atas kalian seperti mulianya hari ini, di negeri ini, dan di bulan ini. Dan sesungguhnya kalian akan menghadap Tuhanmu sekalian dan Dia akan bertanya kepada kalian tentang amal perbuatkan kalian,” (HR Bukhari dan Muslim).

2. Momen Puasa Terbaik Setelah Ramadan

Ramadan dikenal sebagai bulan suci yang bahkan berlaku kewajiban berpuasa bagi umatnya. Ternyata di samping Ramadan, ada keutamaan bulan Muharram yang disebut momen berpuasa terbaik setelah Ramadan.

Baca : Bendera Alam Pedang Berkibar di Hari Tahun Baru Islam

 “Sebaik-baik puasa setelah puasa Ramadhan adalah puasa di bulan Muharram, dan sebaik-baik sholat setelah sholat fardhu adalah sholat malam,” (HR Muslim).

Dalam riwayat lain juga dijelaskan, orang yang berpuasa di bulan Muharram dapat diterima taubatnya oleh Allah SWT. Hadits ini dijelaskan oleh Ali bin Abi Thalib yang mengutip sabda Rasulullah SAW,

“Jika engkau ingin berpuasa setelah Ramadan, maka berpuasalah pada bulan Muharram. Sesungguhnya bulan tersebut adalah bulan Allah dan pada bulan itu terdapat satu hari di mana ketika suatu kaum bertaubat, Allah juga menerima taubat kaum yang lain,” (HR Tirmidzi).

3. Terdapat Hari Asyura

Salah satu hari di bulan Muharram yang sangat dimuliakan oleh umat beragama, yaitu hari Asyura. Islam melakukan penghormatan berupa puasa sunnah pada hari itu atas kemenangan yang diberikan Allah SWT kepada Nabi Musa AS

Baca : Asal Mula Sejarah Pembuatan Kalender Hijriah

Hal ini termaktub dalam hadits dari Ibnu Abbas, ia berkata:

“Ketika Nabi Muhammad SAW tiba di Madinah, beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa di hari Asyura. Beliau bertanya, ‘Hari apa ini?’ Mereka menjawab, ‘Hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, sehingga Musa pun berpuasa pada hari ini sebagai bentuk syukur kepada Allah. Akhirnya, Nabi Muhammad SAW. bersabda, ‘Kami (kaum muslimin) lebih layak menghormati Musa daripada kalian.’ Kemudian, Nabi Muhammad SAW berpuasa dan memerintahkan para sahabat untuk berpuasa.” (HR Muslim).

Untuk meraih keutamaan bulan Muharram dapat diisi dengan mengamalkan puasa sunnah. Awal bulan Muharram sendiri sesuai dengan ketetapan pemerintah akan jatuh pada Sabtu, 30 Juli 2022 mendatang (*)