Tiga Guru Berdedikasi di Bireuen Raih Penghargaan Pada Hari Guru Nasional

Tiga guru di Bireuen mulai dari TK, SD, SMP dari tiga kecamatan di Bireuen, raih penghargaan diserahkan oleh Bupati Bireuen, sebagai guru berdedikasi, Rabu (25/11/2020).
Guru di Bireuen
Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi serahkan penghargaan bagi guru berdedikasi, Rabu (25/11/2020) pagi. (Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).

Guru di Bireuen

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Tiga guru di  Bireuen mulai dari TK, SD, SMP dari tiga kecamatan di Bireuen, raih penghargaan diserahkan oleh Bupati Bireuen, sebagai guru berdedikasi, Rabu (25/11/2020).

Penyeragan itu bertepatan pada peringatan HUT PGRI ke 75 dan Hari Guru Nasional tahun 2020 di lapangan Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen.

Keterangan diperoleh Acehsatu.Com, tiga guru itu Yusna (49) asal sekolah TK Negeri Tgk Kuta Sabi, Kecamatan Makmur telah mengabdi 27 tahun. Salma A.ma (53) SDN 8 Peusangan Selatan, 20 tahun. Misram SPd (48) SMPN 1 Kutablang, 17 tahun.

Penghargaan diserahkan langsung Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi yang bertindak sebagai inspektur upacara, dalam rangkaian upacara dengan peserta terbatas mengikuti protokol kesehatan, diikuti pejabat Pemkab, pegawai, guru, mahasiswa, pelajar.

Guru di Bireuen
Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi serahkan penghargaan bagi guru berdedikasi, Rabu (25/11/2020) pagi. (Foto : Rahmat Hidayat/ACEHSATU.COM).

Dalam upacara tahunan itu, Bupati Bireuen, Dr H Muzakkar A Gani SH MSi membaca pidato Menteri Pendidikan, Nadiem Anwar Makarim, diantaranya berharapseluruh insan pendidikan menjadikan situasi pandemi ini sebagai laboratorium bersama untuk menempa mental pantang menyerah dan mengembangkan budaya inovasi.

Menteri Nadiem mengajak semua pihak melanjutkan kolaborasi yang telah terbentuk. Pandemi telah memberikan kita momentum dan pelajaran berharga untuk mengakselerasi penataan ulang sistem pendidikan untuk melakukan lompatan dalam menghasilkan SDM-SDM unggul untuk Indonesia maju.

Bupati Bireuen Dr H Muzakkar A Gani SH MSi dalam sambutannya menambahkan dalam suasan pendemi Covid-19, upacara hari ini digelar sesuai protokol kesehatan dan jumlah pesertanya juga terbatas, beda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Bireuen sebelumnya zona merah Covid-19 pelan-pelan turun zona orange, kuning, dan November ini sudah hijau seiring selesai 20 an warga isolasi mandiri.

"Kita harapkan setelah 20 an warga yang terpapar Covid-19 selesai isolasi mandiri status Bireuen dari Zona merah pelan-pelan turun ke zona hijau, dan kita harap tidak ada bertambah lagi, supaya aktifitas ekonomi masyarakat berjalan lancar lagi," ujarnya.

Terkait harapan Bupati kepada guru di Bireuen. Diharap guru tetap semangat belajar mengajar anak-anak, dan kendala apapun terjadi seperti Pandemi Covid-18, tidak boleh terhenti, proses belajar tetap dapat berjalan.

Untuk pelaksanaannya apakah dengan cara belajar secara dalam jaringan (daring-red), tatap muka atau belajar kelompok, yang dilaksanakan oleh guru dan tentunya disuport oleh para orang tua anak, imbuh Bupati Bireuen.  (*)