Tiga Anggota Kelompok Bersenpi yang Rampok Sales Rokok di Aceh Ditangkap, Otak Pelaku Perampokan dalam Pengejaran

ACEHSATU.COM – Tiga terduga pelaku perampokan dua orang sales rokok asal Banda Aceh ditangkap. Para pelaku berperan sebagai penampung serta pengangkut rokok hasil rampokan.

“Ketiga pelaku ditangkap tim Jatanras Polda Aceh di wilayah Sumatera Utara. Ketiganya orang yang ditangkap kemarin berinisial ZA, Nuk, dan AW,” kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Aceh Kombes Agus Sarjito, saat dikonfirmasi¬†detikcom pada Selasa (7/7/2020).

Sementara, satu diduga pelaku dengan inisial AB, masih dikejar. AB disebut sebagai otak dari perampokan.

“ZA ini adik ipar AB (DPO) yang merupakan pelaku utama dalam kasus perampokan ini. ZA juga mengaku pernah memegang senjata api milik AB,” jelas Agus. Seperti dikutip detikcom.

Agus mengatakan, pelaku yang sudah dibekuk mempunyai peran berbeda. Pelaku ZA bertugas mengangkut rokok hasil rampokan dengan mobil pikap ke tempat pelaku Nuk di Sumatera Utara. Sementara pelaku Nuk berperan sebagai penjual barang hasil rampokan. Dia mengaku mendapat iming-iming persen dari AB bila barang terjual.

Sementara itu, AW bertugas sebagai penyedia tempat sementara usai perampokan. Dia menyembunyikan rokok rampokan di lokasi perkemahan Pramuka di Kabupaten Pidie, Aceh.

Polisi menyita barang bukti berupa 107 kotak berisi rokok, tiga unit mobil dan terpal. Ketiga pelaku saat ini ditahan di Polda Aceh untuk menjalani pemeriksaan.

Menurut Agus, polisi saat ini masih memburu tiga pelaku yaitu AB, FA dan Mus. AB dan FA diduga sebagai pelaku yang melakukan perampokan dengan kekerasan terhadap dua sales rokok di kawasan Lamtamot, Aceh Besar.

“AB ini diduga orang yang membawa senjata api jenis pistol pada saat terjadi pencurian dengan kekerasan. Dia juga orang yang merencanakan perampokan itu,” ujar Agus.

Seperti diketahui, Dua orang tenaga sales rokok asal Banda Aceh berinisial JA (30) dan DS (35) diduga menjadi korban perampokan di Lamtamot, Aceh Besar. Keduanya ditemukan di wilayah Bireuen dengan tangan terikat dan mulut dilakban.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan perampokan terjadi pada Senin (22/6) sore. Saat itu kedua korban sedang dalam perjalanan mengantar rokok ke Kabupaten Pidie. (*)