Thaib Adamy, Tokoh PKI dari Tanah Rencong

Itulah cerira tragis akhir kehidupan Tokoh PKI Aceh, Thaib Adamy dalam disertasi Jess Melvin, The Army and the Indonesian Genocide: Mechanics of Mass Murder, yang diterbitkan sebagai buku setebal 320 halaman oleh Routledge pada Juli 2018 silam.
Thaib Adamy
Thaib Adamy. Net

ACEHSATU.COM — Sehari setelah peristiwa G30S PKI terjadi, tepatnya pada 1 Oktober 1966, Thaib Adamy baru saja menyelesaikan masa tahanan selama 2 tahun.

Sebelum 7 Oktober 1965, istri dan kedua anak terakhirnya telah disembunyikan oleh kerabat jauh mereka di Pidie.

Thaib dan Yasrun sendiri melarikan diri ke Takengon. Adapun Yusni tinggal seorang diri di rumah sampai sekelompok orang datang menculiknya.

Sebelum dibunuh, ia disekap di dalam sebuah Markas Polisi Militer di daerah Keudah.

Thaib Adamy dan Yasrun meninggalkan Banda Aceh pada 6 Oktober 1965. Tepat di tengah perjalanan, bus yang mereka tumpangi dicegat.

Setelah dikeluarkan dari bus, mereka berdua diangkut menggunakan truk ke arah Lhoknga, sebuah situs pembunuhan yang dikendalikan oleh militer.

Itulah cerira tragis akhir kehidupan Tokoh PKI Aceh, Thaib Adamy dalam disertasi Jess Melvin, The Army and the Indonesian Genocide: Mechanics of Mass Murder, yang diterbitkan sebagai buku setebal 320 halaman oleh Routledge pada Juli 2018 silam.

Sejak 2008, Melvin telah melakukan penelitian dengan mewawancarai pelaku dan penyintas pembantaian massal, salah satunya Ramli, anak ketiga Thaib Adamy.

Profil tentang kehidupan pribadi Thaib Adamy sulit ditemukan. Karena segala atribut yang berkaitan dengan PKI pasca-tragedi 1965 diberangus total.

Pelarangan Komunis di Aceh (Bersambung Hal 2)