Tewasnya Bripka Fachrul di Panggoi Masih Misteri

Tewasnya Bripka Fachrul di Panggoi, Kota Lhokseumawe masih dibalut misteri, Bripka Fahrul (37), seorang anggota Polsek Dewantara, Kabupaten Aceh, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya
Jasad Bripka Fachrul
, 23 November 2020, Bripka Fahrul, sekira pukul 06.45 WIB, ditemukan tewas dengan posisi gantung diri di rumahnya, Dusun A Gampong Meunasah Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe | Foto [email protected]

ACEHSATU.COM | LOKSEUMAWE – Tewasnya Bripka Fachrul di Panggoi, Kota Lhokseumawe masih dibalut misteri, Bripka Fahrul (37), seorang anggota Polsek Dewantara, Kabupaten Aceh, ditemukan tewas gantung diri di rumahnya, Dusun A , Gampong Meunasah Panggoi, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe pada Senin, 23 November 2020 minggu lalu.

Tewasnya Bripka Fachrul hingga kini jajaran Polres Kota Lhokseumawe belum dapat memastikan motif dibalik kematian tersebut. Apakah benar karena bunuh diri, dibunuh atau masalah pribadi serta keluarga.

Alibi misteri kematian Bripka Fachrul semakin mengarah, sebab saat ditemukan posisi korban dalam keadaan tergantung.

Baca Juga: Bripka Fakhrul Tewas Bunuh Diri Saat Istri Hamil Tua

Sementara itu, Kasubag Humas Polres Lhokseumawe, Salman Alfarasy SH. MM. “Mohon waktu Bang,” katanya singkat. Begitu sulitkah?

Seperti diberitakan sebelumnya, Senin, 23 November 2020, Bripka Fahrul, sekira pukul 06.45 WIB, ditemukan tewas dengan posisi gantung diri di rumahnya, Dusun A Gampong Meunasah Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Baca Juga: Polisi Berpangkat Bripka Tewas Bunuh Diri di Pangoi

Peristiwa diketahui setelah Keuchik (kepala desa) setempat Arifin Rusli, melintas di belakang rumah almarhum di Komplek Griya Kana Meugah, Dusun A, Gampong Meunasah Panggoi.

Ketika itu, dia melihat Bripka Fahrul sudah tidak bernyawa dengan posisi gantung diri, menggunakan kain batik di ventilasi pintu belakang rumahnya.

Lalu, Arifin Rusli memberitahukan kejadian ini pada tetangga sebelah rumah almarhum untuk segera dilaporkan ke Polsek Muara Satu dan Polres Lhokseumawe.