Lingkungan Hidup

Teuku Ahmad Dadek Raih TDMRC Award Bersama Ahmad Arif

Kedua tokoh tersebut dinilai telah signifikan melaksanakan Pengurangan Risiko Bencana (PBR) baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional.

Foto | Istimewa

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Teuku Ahmad Dadek dan Ahmad Arif wartawan senior mendapatkan TDMRC award professional in Disaster Risk Reduction (DDR), Rabu (10/10/2018)

Penyerahan award tersebut berlangsung sekaligus di dalam acara The 11th Aceh Internasional  Workshop and Expo on Sustainable Tsunami Disaste Recovery (AIWEST-DR 2018) di Hotel Hermes Palace.

Bertajuk “Advencing Science and Technology Innovation for sustainable Disaster Resilience and Risk Reduction for 2018” yang merupakan pertemuan dwitahunan membahas terkait persoalan kebencanaan di Aceh.

Puluhan profesor dan peneliti kelas dunia turut hadir langsung dalam konferensi internasional tentang manajemen risiko bencana dan pemulihan bencana tsunami yang berkelanjutan yang diselenggarakan oleh TDMRC Unsyiah.

Penghargaan bergengsi di bidang profesional in Disaster Risk Reduction tersebut diserahkan kepada Teuku Ahmad Dadek dan Ahmad Arif oleh Wakil Rektor Unsyiah, Dr Hizir Sofyan didampingi Direktur Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDRMC), Dr Khairul Munadi.

Kedua tokoh tersebut dinilai telah signifikan melaksanakan Pengurangan Risiko Bencana (PBR) baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional.

Teuku Ahmad Dadek sendiri saat ini menjabat sebagai Kalak Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA). Kiprahnya dalam bidang kebencanaan terlihat ketika saat beliau semasih bertugas di Kabupaten Aceh Barat berhasil berupaya maksimal mengurangi resiko bencana yang dialami Meulaboh dan sekitarnya, dirinya juga berhasil memprakarsai produksi lagu-lagu bermuatan PBR.

Sebelum dirinya menjabat sebagai Kalak BPBA, Dadek pernah menduduki beberapa jabatan pemerintahan di Kabupaten Aceh Barat, yaitu Camat Johan Pahlawan, Kalak BPBD, dan Kepala Bappeda.

Sedangkan Ahmad Arif merupakan wartawan Kompas, di bidang literasi kebencanaan telah banyak menghasilkan karya ilmiah terkait bencana dikemas dalam bentuk yang mudah diterima oleh khalayak umum, sehingga meningkatkan kesadaran publik terkait pentingnya PRB. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top