oleh

Terungkap! Sisik Trenggiling Dijual untuk Udin di Medan

-Bireuen-77 views

ACEHSATU.COM | BIREUEN– Pengadilan Negeri (PN) Bireuen, Selasa (1/10/2019) kembali mengelar sidang kasus perdagangan (penjualan) satwa yang dilindungi yaitu, Sisik Trenggiling.

Terhadap terdakwa Husaini S.P Bin Hasballah (61) Warga Gampong Pulo Baro Kecamatan Tangse,Pidie.

Sidang dengan agenda pemeriksaan terdakwa dipimpin hakim ketua Zufida Hanum SH.MH dua hakim anggota Mukhtaruddin SH dan Rahma Novatiana SH serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) Runi Yasir SH.

Dalam sidang tersebut terungkap bahwa selama dua hari sebelum ditangkap terdakwa Husaini S P Bin Hasballah mengumpulkan sisik Trenggiling dari para pemburu Trenggiling  di Pidie selanjutnya sisik tersebut akan   dijual kepada Udin di Medan Sumatra Utara.

Baca juga:

Amatan Acehsatu.com jadwal sidang pukul 10.00 Wib sidang baru dimulai 13.50 Wib.   Proses sidang awalnya sidang berjalan lancar, Namun beberapa saat kemudian Hakim Ketua Zufida Hanum sempat menegur  wartawan supaya jangan  merekam proses jalanya sidang.

“Sudah, sudah. Sudah jangan direkam. Matikan Hpnya. Nanti saya tidak fokus. Catat Saja,”kata ketua Hakim Zufida Hanum sambil melarang pewarta media ini melarang rekam proses sidang.

Padahal sidang hari ini dibuka untuk umum. “Aneh juga kok dilarang untuk kita rekam,”bisik seorang wartawan yang sedang meliput jalanya sidang.

Setelah memastikan proses sidang tidak direkam. Baru kemudian Zufida Hanum melanjutnya sidang dengan mencecar sejumlah pertayaan untuk terdakwa Husaini.

Dalam sidang tersebut Hakim menanyakan sisik Trenggiling yang didapatkan Husaini hendak dijual kemana dan sejauh mana peran terdakwa Husaini dalam perdanganggan sisik Trenggiling

Dalam sidang tersebut terungkap bahwa selama ini terdakwa Husaini mengakui hanya sebagai pembeli  sisik Trenggiling dari warga  di Pidie selama dua hari ia berhasil membeli sisik trenggiling dari warga sebanyak 3,5 Kg dengan harga beli 1 kg Rp 1,2 juta untuk selanjutnya barang tersebut dibawa ke Medan untuk diserahkan kepada Udin (DPO).

“Sisik Trenggiling ini saya jual ke Medan kepada Udin,”akui terdakwa Husaini dalam sidang.

Dalam sidang tersebut Hakim juga sempat menanyakan apakah  terdakwa pernah dihukum dalam kasus yang sama sebelumnya.Terdakwa Husaini mengaku tidak pernah dihukum.

Namun setelah diminta oleh Hakim agar menjawab yang jujur. Terdakwa Husaini baru kemudian menjawab yang jujur.

“Kasus kemaren di Langsa tahun  2012 saya bukan menjual sisik. Tapi menjual hidup-hidup binatang Trenggiling ini ke Medan. Bukan sisik. Ini kan sisik saya jual. Berarti beda”akui terdakwa Husaini lagi.

“Saat itu tahun 2012 berapa saudara dihukum,”tanya Hakim Mukhtaruddin.

“Saat itu Empat Bulan yang mulia,”jawab terdakwa Husaini.

Sementara itu JPU Runi Yasir SH menanyakan proses pengenalan Husaini dengan Udin (DPO) yang di medan. Dalam sidang tersebut Husaini mengakui ia mengenal Udin waktu di Medan.

“Saya sering ke Medan bawa Umpi Melinjoe. Disana saya kenal sama Udin. Ia minta sisik Trenggiling sama saya,”akui terdakwa Husaini lagi.

Sidang akan dilanjutkan pada Selasa (8/10/2019) dengan agenda pembacaan tuntutan.

Sebagaimana diketahui terdakwa  Husaini S.P Bin Hasballah (residivis kasus yang sama) ditangkap tanggal 7 Juli 2019, sekira pukul 19.30 WIB. Saat itu terdakwa  berangkat dari rumahnya menumpang angkutan L300 menuju ke Kota Mini Beureunuen, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie.

Selanjutnya, pukul 22.00 WIB, mengganti mobil dengan menumpang Bus Putra Pelangi Perkasa, menuju Medan, Sumatera Utara untuk menjual kulit/sisik trenggiling kepada Udin.

Ini  sesuai pesanan sebelumnya melalui handphone, dengan membawa kulit/sisik trenggiling yang dibungkus karung goni dalam kardus/kotak air mineral.

Namun, sekira pukul 23.45 WIB, Bus Putra Pelangi Perkasa yang ditumpangi terdakwa dihentikan anggota Subdit Tipiter Dit Reskrimsus Polda Aceh di Jalan Banda Aceh–Medan, Matang Glumpang Dua, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen.(*)

Komentar

Indeks Berita