Terungkap, Perjanjian dengan Distributor Jadi Alasan Pedagang Timbun Minyak Goreng

Disebutkan, pihak toko beralasan hal itu dilakukan karena adanya perjanjian dengan pihak distributor.
Penimbunan minyak goreng
ILUSTRASI - Perjanjian dengan Distributor Jadi Alasan Pedagang Timbun Minyak Goreng. | Foto: NET

ACEHSATU.COM | MELABOH – Terungkap, Perjanjian dengan Distributor Jadi Alasan Pedagang Timbun Minyak Goreng.

Sebanyak enam toko besar di Meulaboh, Aceh Barat, kedapatan petugas melakukan penimbunan minyak goreng (migor). Disebutkan, pihak toko beralasan hal itu dilakukan karena adanya perjanjian dengan pihak distributor.

BACA JUGA: Geger, Ibu-ibu Tertipu Paket Minyak Goreng Murah Rugi Miliaran

Hal ini terungkap setelah petugas Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkopukm) Kabupaten Aceh Barat pada Senin (21/2/2022) menggelar operasi pasar di Kota Meulaboh.

Dilansir dari Antara, petugas Disperindagkopuk Kabupaten Aceh Barat menemukan sejumlah pedagang toko besar di Meulaboh diduga menimbun minyak goreng kemasan di gudang.

Petugas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Barat melakukan pengawasan terhadap penjualan minyak goreng kemasan di pusat pasar Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat, belum lama ini. | Foto: ANTARA/HO-Dok Disperindagkop UKM Aceh Barat

“Ada sekitar enam toko besar yang kita temukan diduga memang sengaja menimbun minyak goreng di dalam gudang,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindagkop UKM Kabupaten Aceh Barat Tenal Dasia Zuriaty SSTP di Meulaboh, Senin.

Menurutnya, pemilik toko beralasan mereka tidak mengeluarkan minyak goreng dari dalam gudang karena sebelumnya sudah ada perjanjian dengan petugas penjualan (sales) distributor sebuah produk minyak goreng, yang mengharuskan baru bisa mengorder minyak goreng setelah dua pekan sejak orderan barang.

BACA JUGA: Terkait Temuan Penimbunan Minyak Goreng Oleh Polda Sumut Waket Komisi III DPR RI Buka Suara

Hasil Klarifikasi

Namun setelah dilakukan pengecekan langsung ke sebuah distributor minyak goreng di Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat, kata dia, hasil konfirmasi dengan pihak distributor tidak ditemukan adanya perjanjian yang disebutkan oleh pedagang.

“Sebenarnya orderan minyak goreng dari distributor ke pedagang tidak ada batasan jumlah orderan,” kata Tenal Dasia Zuriaty.

Karena sudah diketahui diduga menimbun minyak goreng, kata dia, kemudian keesokan harinya pedagang yang diketahui melakukan pelanggaran tersebut mengeluarkan minyak goreng dari dalam gudang guna selanjutnya dijual ke konsumen.

Meski sudah ditemukan adanya indikasi pelanggaran, namun Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Aceh Barat belum memberikan sanksi kepada pedagang yang diduga nakal.

“Sejauh ini baru sebatas teguran secara lisan dan kita lakukan pembinaan kepada pedagang tersebut, belum kita beri sanksi,” kata Tenal. (*)