Hukum

Terungkap, Ini Alasan Kepala Sekolah Menyetor Dana ke Oknum Pegawai Kemenag Bireuen

“Penyidik berencana akan meningkatkan penyelidikan pekara ke tahap penyidikan. Karena terpenuhi unsur pasal 368 Jo 55 KUHPidana, mohon saran dan pendapat peserta gelar,”

foto | fajri bugak

ACEHSATU.COM | BIREUEN – Hal lain yang terungkap dalam gelar perkara Tim Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar  (Saber Pungli) Bireuen, di ruang Tipiter Mapolres Bireuen, Jumat (9/3/2018).

Berdasarkan keterangan para saksi yaitu para kepala sekolah, jika mereka tidak memberikan uang untuk maulid dan pembinaan ASN, maka ditakutkan akan dipindahkan ke sekolah yang lain.

Kasubag TU Kemenag juga memberitahukan kepada kepala madrasah agar uang untuk acara Maulid dan Pembinaan ASN bisa diambil di Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

“Penyidik berencana akan meningkatkan penyelidikan pekara ke tahap penyidikan. Karena terpenuhi unsur pasal 368 Jo 55 KUHPidana, mohon saran dan pendapat peserta gelar,” papar Kanit Tipikor Polres Bireuen, Bunawal.

Setelah rapat gelar perkara  sesi kedua (sesi tertutup) selesai , Kasat Reskrim Polres Bireuen Iptu Riski Andria saat dimintai tanggapan oleh wartawan terhadap hasil rapat sesi kedua enggan memberikan komentar.

Ia mengarahkan awak media untuk menanyakan kepada ketua Forum Satber Pungli Bireuen diwakili dari petugas Ispektorat Bireuen M Zahri SSos Plh Ispektorat.

Kepada waratwan, M Zahri mengakui gelar pekara sesi kedua tadi tidak ditemukan sebuah kesepakatan dikarenakan ketua Satber Pungli Bireuen Waka Polres Bireuen tidak hadir begitu dengan beberapa ketua Pokja dari unsur Kejaksaan tidak hadir.

Dalam waktu dekat selesai acara Maulid Pemda pihaknya akan duduk kembali dengan menghadirkan seluruh tim yang terlibat dalam Satber Pungli Bireuen.

“Untuk waktu belum bisa kita pastikan. Kita lihat dulu selesai acara Maulid Pemda lusa nanti, yang jelas kami akan duduk kembali,” pungkas M Zahri. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top