Ternyata Jefri Pratama, Pembunuh Hakim Jamaluddin Caleg Gagal Pemilu Serentak 2019

Kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin (55) akhirnya berhasil terkuak. Pihak Kepolisian menyimpulkan istri korban, Zuraida Hanum (41) bersama dua orang pria, yakni Jefri Pratama (42) dan Reza Pahlevi (29) sebagai pelaku pembunuhan.

ACEHSATU.COM – Kasus pembunuhan Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin (55) akhirnya berhasil terkuak. Pihak Kepolisian menyimpulkan istri korban, Zuraida Hanum (41) bersama dua orang pria, yakni Jefri Pratama (42) dan Reza Pahlevi (29) sebagai pelaku pembunuhan.

Seperti Dikutip dari WartakotaLive.com, Kasus pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin itu menarik perhatian seluruh masyarakat.

Tidak terkecuali Head Media & Broadcast Squash Asian Games 2018 sekaligus bloger, Zulfikar Akbar.

Lewat akun twitternya, @zoelfick; Zulfikar Akbar memaparkan kronologis pembunuhan Hakim PN Medan Jamaluddin.

Kronologis mulai dari pertemuan para pelaku hingga aksi pembunuhan yang dilakukan di rumah korban.

begitu juga dengan proses pembuangan jenazah hingga korban ditemukan di dalam mobilnya Toyota Land Cruiser (LC) Prado BK 77 HD di area kebun sawit di Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat (29/11/2019).

“Bagaimana kronologinya? Ini rilis yang beredar di kalangan teman2 pers di Medan,” tulisnya mengawali postingannya.

 

 

Postingannya tentang rencana jahat para pelaku hingga hubungan asmara antara istri korban, Zuraida Hanum dengan Jefri Pratama menarik perhatian masyarakat.

Salah satunya akun @pakdejahat yang mengunggah ketika penangkapan Jefri Pratama.

 

 

Akun tersebut juga mengungah sebuah potret Jefri Pratama yang diketahui merupakan Calon legislatif (Caleg) Daerah pemilihan (Dapil) 4 Kota Medan dalam Pemilu Serentak tahun 2019.

Dalam potret yang dibagikan, Jefri Pratama terlihat mengenakan seragam Partai Hanura.

Jefri Pratama mengkampanyekan diri kepada konstituennya di wilayah Medan Denai, Medan Amplas, Medan Kota dan Medan Area untuk mencoblosnya di urutan nomor 8.

 

“Caleg gagal nih doi,” tulisnya.

Walau begitu, belum ada keterangan resmi dari Partai Hanura terkait status Jefri Pratama dalam Partai Hanura hingga berita ini diturunkan.

Terkait hal tersebut, beragam klomentar dituliskan masyarakat, terlebih sosok Zuraida yang diketahui merupakan otak dibalik pembunuhan.

“Tangisan istri hakim Jamaluddin yang dibunuh November lalu, di foto ini terlihat sempurna. Tangisan penuh kesedihan, dan spt ada perasaan kehilangan teramat sangat,” tulis Zulfikar Akbar.

“Akhirnya, tetap terkuak, otak pembunuh hakim ini justru istrinya sendiri,” tambahnya.

Putra Korban Tidak percaya

Dalam postingan selanjutnya, Zulfikar pun menceritakan tanggapan putra korban, Kenny yang tidak percaya jika ibunya merupakan pelaku pembunuhan.

“Anak hakim Jamaluddin ini sendiri, Kenny Akbari, mmg sempat curiga kpd ibunya sendiri sbg pelaku. Namun sbg anak, Kenny berusaha menepis kecurigaan kpd ibunya,” tulis Zulfikar.

“Sebab di matanya, rasanya tdk ada alasan bahwa ibunya, Zuraida Hanum, akan membunuh suami sendiri. Terlebih, Kenny juga melihat tidak ada masalah apa-apa antara ayah dan ibunya itu, termasuk finansial,” tambahnya.

Pernyaan Zuraida sempat dikuatkan Kenny.

Kenny menyebut seluruh kebuutuhan ibunya selalu dipenuhi oleh korban.

“Kenny sendiri bilang, ‘Selama ini apa sih yang nggak dikasih ke bunda?’. Ya, Kenny memanggil ibunya dgn panggilan bunda,” imbuhnya.

Oleh karena itu, ketika ada kecurigaan pihak Kepolisian kepada Zuraida, Kenny katanya selalu membantah.

“Makanya, saat muncul kecurigaan kpd bundanya, Kenny selalu berusaha menepisnya. Menurutnya tidak masuk akal jika ibunya terlibat sejauh itu,” jelas Zulfikar.

“Namun akhirnya, Selasa 7 Januari 2020, setelah pengusutan lebih dari satu bulan, kepolisian memastikan keterlibatan Zuraida Hanum, istri hakim itu sendiri, sbg otak pembunuhan tsb,” jelasnya.

 

 

Pengungkapan Kasus

Seperti diketahui sebelumnya, Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin (55) ditemukan tewas.

Pria itu ditemukan di dalam mobilnya Toyota Land Cruiser (LC) Prado BK 77 HD di area kebun sawit di Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara (Sumut) pada Jumat (29/11/2019) silam.

Penemuan jasad itu pun menggegerkan warga setempat hingga dilaporkan ke polisi.

Polisi yang mendapat laporan dari warga langsung mendatangi lokasi kejadian.

 

Istri Hakim PN Medan Jamaluddin Zuraida (Twitter @zoelfick)

Setelah melakukan serangkaian penyelidikan, penyidikan, hingga pemeriksaan beberapa saksi, polisi akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan Hakim PN Medan.

Pelaku utama tak lain adalah istri korban sendiri bernama Zuraida Hanum (41), serta dua orang suruhannya bernama Jefri Pratama (42) dan Reza Pahlevi (29).

Ketiga pelaku pembunuh hakim PN Medan ini ditangkap di lokasi berbeda.

Kapolda Sumut Irjen Pol Martuani Sormin mengatakan, pembunuhan yang dilakukan para pelaku ini termasuk berencana, bukan kejahatan biasa.

Mengenai motif pembunuhan, Martuani menyebutkan berawal dari masalah rumah tangga.

Martuani mengatakan, antara korban dan istrinya pernah terjadi percekcokan yang tak bisa didamaikan.

Akhirnya, istri korban berinisiatif membunuh suaminya.

“Hari ini dilakukan penahanan atas 3 tersangka. Perbuatannya ini disangkakan Pasal 340 sub-pasal 338, pembunuhan berencana,” katanya dikutip dari Kompas.com saat konferensi pers di Mapolda Sumut.

Kronologi Pembunuhan

Martuani menjelaskan kasus pembunuhan hakim PN Medan yang melibatkan istri korban.

Dari keterangan tertulis yang diberikan polisi kepada wartawan, Jamaluddin dan Zuraidah menikah pada 2011 dan dikaruniai seorang anak.

Seiring berjalannya waktu, Zuraida merasa cemburu karena merasa diselingkuhi, hingga pada tahun 2018, Zuraida menjalin hubungan asmara dengan Jefri Pratama.

Jefri Pratama merupakan satu dari dua pelaku pembunuhan hakim PN Medan.

Lalu, keduanya bertemu untuk merencanakan pembunuhan di Coffee Town, di Ringroad Medan pada tanggal 25 November 2019.

Mereka kemudian mengajak Reza dan selanjutnya sepakat dengan rencana itu, Zuraida memberikan uang sebesar Rp 2 juta kepada Reza.

Uang itu untuk membeli 1 ponsel kecil, 2 pasangan sepatu, 2 potong kaus, dan 1 sarung tangan.

 

Zuraida Hanum otak pembunuhan suaminya sendiri Hakim Jamaluddin berseragam tahanan. Ia melakukannya bersama dua orang pria, salah satunya adalah selingkuhannya. (Capture video @TribunMedan)

 

Pada tanggal 28 November 2019 sekitar pukul 19.00 WIB, Zuraidah menjemput Jefri dan Reza di Pasar Karya Wisata menuju ke rumahnya dan kemudian mengantarkan keduanya ke lantai 3.

Pukul 01.00 WIB, Zuraidah naik ke lantai 3 dan memberi petunjuk kepada Jefri dan Reza untuk turun dan menuntun jalan menuju kamar korban.

Di dalam kamar, korban terlihat oleh Jefri dan Reza sedang memakai sarung dan tidak memakai baju, sementara anaknya tertidur.

Saat itu, posisi Zuraida berada di tengah kasur antara korban dan anaknya.

Reza, saat itu, mengambil kain dari pinggir kasur korban, kemudian membekap mulut dan hidung Jamaludin.

Jefri naik ke atas kasur, berdiri tepat di atas korban dan memegang kedua tangan korban di samping kanan dan kiri badan korban.

Sementara itu, Zuraida yang berbaring di samping kiri korban sambil menindih kaki korban dengan kedua kakinya dan menenangkan anaknya yang sempat terbangun.

Selanjutnya, setelah yakin korban sudah meninggal dunia, sekitar pukul 03.00 WIB, mereka berdiskusi untuk mencari tempat pembuangan mayat korban.

Awalnya jasad korban rencananya akan dibuang ke daerah Berastagi.

Namun rencana tersebut tidak dilakukan hingga akhirnya mereka memutuskan membuangnya ke tempat kejadian perkara (TKP).

Sebelum membuang jasad korban ke TKP, mereka terlebih dahulu memakaikan korban dengan pakaian olahraga PN Medan.

Mereka kemudian memasukkannya jenazah korban ke mobil korban Toyota Prado BK 77 HD di kursi baris kedua.

Jefri menyetir mobilnya, sementara Reza mengendarai sepeda motor Honda Vario Hitam BK 5898 AET.

Sesampainya di TKP pembuangan sekitar pukul 06.30 WIB, perseneling digeser ke posisi D lalu mobil korban diarahkan ke jurang.

Pembunuhan Rapih

Martuani mengatakan, pembunuhan ini dilakukan dengan rapih tanpa alat bukti kekerasan.

Di mana korban dibunuh oleh pelaku dengan cara dibekap sehingga korban kehabisan napas.

Hal tersebut dibuktikan juga dengan hasil Labfor bahwa korban meninggal dunia karena lemas.

“Jadi tanda kekerasan tidak ada. Korban kehilangan oksigen dan mati lemas. Itu membuktikan bagaimana caranya pelaku melakukan pembunuhan, menghabisi nyawa korban,” ujarnya.

“(Otak pelaku) sementara ini tuduhannya begitu (istri). Tapi, kami masih melakukan pendalaman,” tambahnya.

Imbalan kepada Pelaku Pembunuhan

Martuani mengatakan, Zuraida istri hakim PN Medan memberikan sejumlah uang kepada Jefri dan Reza untuk membunuh suaminya.

Namun, Martuani mengatakan belum mengetahui jumlah uang yang diterima kedua pelaku dari Zuraida.

“Ini yang perlu kita dalami. Kami belum bisa mengatakan berapa upah yang diterima pelaku. Tapi menurut penyidik, motif pembunuhan karena masalah rumah tangga,” katanya.

Ditambahkannya, pihaknya akan melakukan rekonstruksi pembunuhan yang menewaskan Jamaluddin dalam waktu dekat.

“Kita akan olah TKP, rekonstruksi. Nanti akan diketahui dan dicocokkan kronologi pembunuhan di rumah sampai bagaimana pelaku meninggalkan korban di kebun sawit,” ungkapnya.

Tiga Pelaku Ditangkap di lokasi berbeda

Berdasarkan penyelidikan, pihak Kepolisian menyimpulak terdapat tiga orang pelaku pembunuhan.

Dirkrimum Polda Sumut Kombes Pol Andi Rian mengatakan, ketiganya kemudian diamankan di lokasi berbeda.

“Mereka diamankan dari lokasi yang berbeda oleh tim gabungan Jatanras Krimum Polda Sumut,” katanya, Selasa (7/1/2020).

Ia mengatakan, ketiganya diamankan terkait pengungkapan kasus pembunuhan berencana terhadap Hakim PN Medan Jamaluddin yang terjadi pada 29 November 2019 silam.

“Sekarang kami masih melakukan penyisiran di beberapa lokasi untuk mengumpulkan barang bukti,” ujarnya. (*)

AcehSatu Network
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit. Optio, neque qui velit. Magni dolorum quidem ipsam eligendi, totam, facilis laudantium cum accusamus ullam voluptatibus commodi numquam, error, est. Ea, consequatur.