Ternyata Hasil Tes Swab Negatif Tak Jaminan Aman, Ini 5 Faktanya

Ilustrasi Swab Tes. foto/Istockphoto

ACEHSATU.COM Rupanya hasil swab test menjadi hal penting selama masa pandemi Covid-19. Meski demikian, hasil swab negatif tidak menjamin seseorang kebal terhadap Covid-19. Sebab kemungkinan seseorang terpapar Covid-19 masih sangat besar, terlebih jika abai dalam menerapkan protokol kesehatan 3M.

Merangkum Okezone.com dari laman Instagram resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), @kemenkes_ri, Jumat (28/5/2021), Meskipun di kereta api, bus, kapal, pesawat udara, posisi duduk sudah diatur berjauhan dan telah dilakukan swab antigen atau PCR hasilnya negatif, namun infeksi Covid-19 masih bisa menular selama perjalanan.

Ilustrasi virus Corona atau Covid-19. Shutterstock

Seseorang masih bisa tertular sebab kepekaan tes-tes tersebut hanya sekira 80-95 persen. Artinya orang di dalam pesawat udara, kereta api, bis, kapal, dan lainnya mungkin 5-20 persen positif Covid-19. Sayangnya tidak terdeteksi oleh tes tersebut sehingga seolah-olah negatif.

Selain itu bila berada di ruangan tertutup seperti kereta api, bus, kapal, dan pesawat terbang ada sekira 5-20 persen yang positif Covid-19 tapi tidak terdeteksi oleh tes tersebut. Bila masker melorot, longgar, atau terlalu tipis, maka virus dari 5-20 persen orang tersebut yang sering berbicara selama perjalanan lebih dari satu jam, dapat menyebar ke orang-orang sekitarnya karena ruangan tertutup.

Tetap waspada, berikut lima hal yang masih bisa terjadi jika hasil swab seseorang dinyatakan negatif. Yuk disimak.

1. Anda tidak aman, tidak kebal, ketika berkerumun masih bisa tertular dari orang lain.

2. Karena hasil tes negatif hanya menyatakan bahwa sampai hasil tes itu seseorang belum tertular virus corona, bukan berarti kebal terhadap Covid-19.

3. Bisa saja selama di perjalanan, atau hari-hari berikutnya seseorang positif tertular dari orang lain.

4. Test swab antigen atau PCR bukan mengukur kekebalan seseorang, tetapi untuk mendetekasi apakah seseorang sudah tertular virus corona dan kemampuan tes tersebut sangat bervariasi sekira 80-95 persen.

5. Artinya dari 100 orang yang negatif, kemungkinan 5-20 orang sebenarnya positif, tetapi tidak terdeteksi oleh tes tersebut sehingga selama di perjalanan 5-20 orang tersebut tanpa disadari dapat menularkan ke orang-orang sekitarnya. (*)