Nanggroe

Ternyata Banyak Takjil Berbahan Kimia Berbahaya Beredar Selama Ramadhan

Informasi ini dirilis dalam konferensi pers di ruang kerja Gubernur, kemarin di Banda Aceh.

FOTO | ILUSTRASI

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Temuan tentang makanan yang mengandung bahan berbahaya juga disampaikan Badan Pengujian Obat dan Makanan (BPOM) Aceh terhadap takjil saat Ramadhan 1439 H.

Balai Besar Pengujian Obat dan Makanan (BBPOM) Aceh melakukan pemeriksaan terhadap 558 sampel makanan jajanan untuk berbuka puasa, pada Mei 2018, seperti kudapan, mie kuning, bakso, tahu, kerupuk tempe, minuman berwarna dan beberapa jenis lainnya.

Informasi ini dirilis dalam konferensi pers di ruang kerja Gubernur, kemarin di Banda Aceh.

Hasil pemeriksaan sampel pangan yang berasal dari 25 lokasi penjuan takjil di Kota Banda Aceh, dan 37 lokasi di kabupaten/kota itu menunjukkan 506 sampel memenuhi syarat kesehatan.

Tetapi sisanya sebanyak 52 sampel (positif mengandung bahan kimia berbahaya jenis Formalin, Boraks, dan Rhodamin B.

Penggunaan Formalin, Boraks, dan Rhodamin B pada makanan sangat berbahaya, formalin merupakan bahan kimia yang digunakan sebagai desinfektan, pengawet mayat, pembasmi serangga,  industri tekstil dan kayu lapis.

Sedangkan boraks adalah bahan kimia yang digunakan sebagai pengawet kayu, antiseptik kayu, dan pengontrol kecoa.

Kedua bahan kimia ini dipergunakan oleh pengusaha nakal untuk membuat ikan, mie, dan kerupuk tempe, itu tahan lebih lama. Padahal bahan-bahan kimia tersebut bersifat karsinogenik dan dapat memicu penyakit kanker.

Rhodamin B merupakan salah satu bahan pewarna sitentis makanan yang dilarang penggunaannya karena mengandung logam berat dan sifat kimiawinya yang berbahaya bagi kesehatan. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top