Religi

Terkait Pendalaman Aqidah Ahlusunnah, Tim Lajnah Tastafi Adakan Bahtsul Masail di UIN Ar-Raniry

Hasil kegiatan nantinya sebagai hasil Bahstul Masaail akan diplenokan dan mengundang peserta dari berbagai kalangan, baik santri, mahasiswa, dosen dan masyarakat umum lainnya.

Foto : Istimewa

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Majelis Pengajian dan Zikir Tasawuf, Tauhid dan Fikih (Tastafi) Pusat  menyelenggarakan kegiatan Bahtsul Masaail di Auditorium Ali Hasjmy Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry, Banda Aceh, Minggu (17/4/2018).

Kegiatan berlangsung sejak hari Minggu tanggal 15 sampai dengan 17 April 2018, selama tiga hari tersebut kajian problematika kontemporer atau diistilahkan dengan “Bahtsul Masail” mengupas topik penguatan dan pemahaman Ahlsunnah wal Jama’ah sebagai upaya membendung syubhat aqidah demi mewujudkan persatuan ummat.

Dihadiri oleh sebanyak 117 tim Lajnah Bahtsul Masail (LBM) Majelis Pengajian dan Zikir Tastafi Pusat yang berasal dari berbagai daerah di Aceh.  Para anggota lajnah ini berlatar belakang dari unsur para intelektual dan ulama dayah, baik yang masih belajar-mengajar di dayah maupun yang telah menjadi alumni.

“Materi bahasan dalam Bahtsul Masaail antara lain tentang aqidah Asy’ariyah dan tiga fase pemikiran, pendalaman ilmiah bahwa  Asy’ariyah dan Maturidiyah sebagai golongan Ahlsunnah wal Jama’ah, serta perbedaan antara ta’dhim, ta’abbud, taqarrub, tabarruk, tawassul dan tafaul menurut Ahlusunnah wal Jama’ah,“ ujar Ketua Steering Committee acara, Dr. Tgk. Muntasir, A. Kadir, MA sesuai acara pembukaan, Minggu malam, (15/4/2018).

Sementara itu, pendiri Majelis Pengajian dan Zikir Tastafi, Tgk. H. Hasanoel Basry dalam sambutannya antara lain berharap dengan dibentuknya LBM Majelis Pengajian dan Zikir Tastafi dapat membendung arus liberal Islam, sekulerisme dan radikalisme di Aceh.

Tgk. H. Hasanoel Basry yang lebih akrab dengan sapaan Abu Mudi tersebut juga mengupas peran dan partisipasi dunia dayah di Aceh di masa lampau dalam menjaga Aceh dari penjajahan asing.

Teuku Zulkhairi yang turut hadir selaku koordinator panitia bidang Humas, mengatakan, hasil kegiatan nantinya sebagai hasil Bahtsul Masail akan diplenokan dan mengundang peserta dari berbagai kalangan, baik santri, mahasiswa, dosen dan masyarakat umum lainnya.

“Setelah pleno, hasil mubahasah juga dilanjutkan dengan pelantikan ratusan pengurus Pusat Majelis Pengajian dan Zikir Tasawuf, Tauhid dan Fikih (Tastafi). Acara pelantikan rencananya akan dihadiri oleh belasan ribu santri dayah dan jama’ah Tastafi seluruh Aceh, “ ujar Zulkhairi. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top