Terkait “Kitab Suci Aceh” di Google PlayStore, Haji Uma Minta Tindakan Tegas Pemerintah

Terkait “Kitab Suci Aceh” di Google PlayStore, Haji Uma Minta Tindakan Tegas Pemerintah

ACEHSATU.COM | LHOKSEUMAWE – H. Sudirman atau Haji Uma, anggota DPD RI asal Aceh, ikut menyampaikan kecaman keras atas munculnya aplikasi Kitab Suci Aceh di layanan google Playstore. Sebuah layanan aplikasi berisi muatan terjemahan injil namun disamarkan seolah-olah Kitab Suci Alquran.

“Dalam kapasitas sebagai anggota DPD RI asal Aceh, saya mengecam keras terkait muncul dan beredarnya aplikasi menyesatkan ini di layanan penyedia aplikasi google playstore. Ini adalah bentuk penistaan agama dan pelecehan kepada umat islam, khususnya rakyat Aceh sebagai daerah yamg menerapkan Syariat Islam”, tegas Haji Uma.

Menurut Haji Uma, harus ada tindakan tegas dari Pemerintah melalui kementerian terkait yang dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) kepada pihak google di Indonesia.

Apalagi ada indikasi pengabaian oleh google terhadap muatan aplikasi yang memang telah diskenario oleh pengembang dengan tujuan penyesatan dan penistaan agama islam.

Aplikasi ini telah berdampak bagi munculnya keresahan umat Islam, khususnya di Aceh dan bisa berdampak bagi kerukunan umat beragama kedepan jika tidak ada upaya tegas dan segera dari pemerintah.

“Pemerintah harus mengambil langkah tegas karena ada indikasi pembiaran oleh google. Jika merujuk proses registrasi terhadap aplikasi yang didaftarkan oleh pengembang, harusnya muatan aplikasi di kaji terlebih dahulu kelayakannya dan pihak google pasti melakukan itu sebelum ada persetujuan. Namun, nyatanya aplikasi bersifat provokatif dan penistaan agama seperti itu bisa lolos dan muncul di playstore,” ujar Haji Uma.

Haji Uma juga menambahkan, jika tidak ada tindakan tegas dari pemerintah, maka preseden seperti ini akan terus berulang. Apalagi ini terkait indikasi penistaan agama dan pelecehan martabat masyarakat Aceh dengan penamaan aplikasi tersebut.

LIHAT VIDEO:

Mirisnya lagi, bagi Aceh ini adalah kali kedua menerima pelecehan setelah kasus mesin pencari bahasa google sebelumnya yang menghina etnis Aceh.

Selain tindakan tegas Pemerintah kepada pihak google jika terbukti adanya pembiaran, upaya tuntutan hukum juga harus dilakukan kepada pihak pengembang aplikasi tersebut.

Karena hal ini dilakukan dengan unsur sengaja dan bermotif penistaan agama.

“Tindakan tegas harus segera dilakukan oleh Pemerintah melalui kementerian terkait sebelum munculnya berbagai potensi gelombang reaksi umat Islam nantinya. Selain itu, harus ada upaya proses hukum terhadap pengembang aplikasi tersebut,” desak Haji Uma.

Haji Uma juga menyatakan akan segera mengirimkan surat resmi kepada Google Indonesia sebagai upaya penyampaian kecamaan dan protes serta untuk meminta klarifikasi mereka atas kejadian tersebut.

Surat yang sama juga rencananya akan dikirim kepada Kominfo RI untuk meminta tindak lanjut atas masalah ini dengan wewenang yang dimiliki dan sesuai prosedur yang berlaku. (*)