Terbukti Perkosa ABG, Ramaja di Nagan Di Hukum 66 Bulan Penjara, Dua Kali Tersandung Kasus Perkosaan.

"Hakim menjatuhkan uqubat terhadap anak berupa penjara selama 66 bulan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Banda Aceh dikurangi selama anak berada dalam tahanan," Kepala Seksi Intelijen Kejari Nagan Raya Heru Duwi Admojo
Hukuman Mati
Ilustrasi : Palu sidang (Ari Saputra/detikcom)

ACEHSATU.COM [ NAGAN RAYA – Terbukti memperkosa Anak Baru Gede (ABG) yang, seorang remaja berusia 17 tahun di Nagan Raya, Aceh, divonis 66 bulan penjara karena terbukti memperkosa anak berusia 15 tahun. Remaja ini sudah dua kali tersandung kasus pemerkosaan.

Hakim menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana ‘turut serta melakukan jarimah pemerkosaan terhadap anak’ sebagaimana didakwakan dalam dakwaan primer. Dalam persidangan pembacaan vonis digelar di Mahkamah Syar’iyah Suka Makmue, Nagan Raya secara virtual, Selasa (25/1/2022).

Baca :Gadis 15 Tahun Disekap dan Diperkosa 14 Pria di Nagan Raya

“Hakim menjatuhkan uqubat terhadap anak berupa penjara selama 66 bulan di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) di Banda Aceh dikurangi selama anak berada dalam tahanan,” kata Kepala Seksi Intelijen Kejari Nagan Raya Heru Duwi Admojo kepada wartawan.

pemerkosaan
Ilustrasi Pemerkosaan (Stutterstock)

Jaksa Penuntut Umum dalam dakwaannya menuntut terdakwa melanggar Pasal 50 jo Pasal 6 ayat (1) Qanun Aceh Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Baca :Pacarnya Disekap, Seorang Janda di Nagan Raya Diperkosa Secara Bergilir

Ditambahkan Heru, putusan tersebut lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut 67 bulan penjara. Menurutnya, terdakwa diadili setelah ditangkap polisi karena memperkosa korban pada 11 Desember 2021 sekitar pukul 21.00 WIB.

Pemerkosaan dilakukan di sebuah warung kafe di Nagan Raya. Heru menjelaskan, terdakwa sudah pernah tersandung kasus pemerkosaan.

“Terdakwa pernah melakukan perbuatan yang sama jarimah pemerkosaan akan tetapi perkaranya diselesaikan secara diversi di Mahkamah Syar’iyah Suka Makmue, Kabupaten Nagan Raya,” ujar Heru dilansir detik.com (*)