Terbuai Janji Manis Rentenir, Janda Cantik Dua Anak di Langsa Rela Pindah Agama

Terbuai Janji Manis Rentenir, Janda Cantik Dua Anak di Langsa Rela Pindah Agama

ACEHSATU.COM [ LANGSA : Terbuai janji manis Edy Simon (42) pria rentenir non muslim warga Gampong Alue Dua Bakaran Batee Kecamatan Langsa Baro, membuat janda cantik dua anak asal Kota Langsa Fitri (29) diduga rela pindah agama, dari awalnya seorang muslimah memeluk agama barunya Kristen.

Mirisnya lagi, Dua anak kandung Fitri yaitu Khairunnisa (3) dan Salsabilah (5) kabarnya sempat menjalani pembabtisan.

Dari fhoto yang beredar luas disosial media terlihat Fitri mengenakan kebaya didampingi seorang pria diduga Edy Simon bersama putra putrinya terlihat berpose dengan latar belakang salib

Ibu kandung Fitri, Kamariah (62) di kediamannya Gampong Alue Beurawe, Kecamatan Langsa Kota dalam bincangnya bersama ACEHSATU.COM, Minggu (14/6/2020) terlihat tidak dapat menyembunyikan kesedihannya menghadapi kenyataan tersebut

Bahkan wanita itu terlihat tak kuasa membendung tumpahan air matanya saat menceritakan kepiluannya atas sikap putri tercintanya.

Ia mengatakan, Fitri sekarang tinggal bersama Edy Simon dirumah kontrakan jalan Pasar 9, Gang Kapuk Medan Sumatera Utara.

Sebelumnya pihak keluarga menjemput Fitri dan berhasil mengambil kedua cucunya (anak Fitri) dan sudah di bawa pulang ke Langsa.

Sekarang ini kedua cucunya (anak Fitri) sudah dititipkan kepada keluarga ayahnya di Peureulak, Aceh Timur.

Kamariah mengakui dirinya dan keluarga sudah berupaya semampunya membujuk anaknya Fitri agar kembali ke Langsa.

Ia berharap kepada Pemerintah Kota Langsa dan masyarakat Aceh yang ada di Kota Medan untuk dapat membantu memulangkan putri tercintanya itu agar kembali dalam dekapan agama Islam

Sementara itu kakak kandung Fitri, Amelia (36) menjelaskan, awal perkenalan Fitri dengan Edy Simons dirumahnya saat dirinya menjadi nasabah rentenir status duda tersebut.

Dari perkenalan itu, hubungan Fitri dan Simon diduga semakin akrab, hingga dipenghujung tahun 2019, Fitri berangkat ke Medan, meninggalkan rumahnya.

Sebelumnya, oleh Simon, Fitri diiming imingi akan diberikan modal dan tempat untuk membuka usaha warungnya di Kota Medan

Ketika, Fitri sampai di Kota Medan kata Amelia, yang bersangkutan sempat menghubungi dirinya via telephon dan mengajak membuka usaha rumah makan di kawasan Tembung,Medan Sumatera Utara.

Amelia tertarik dan berangkat ke Medan turut serta memboyong satu anaknya. Tiba di Kota Medan tambah Amelia, Ianya menetap di sebuah rumah kontrakan sederhana bersama Fitri dan dua anaknya.

Singkat cerita, keduanya pun larut dalam aktifitas usaha jualan nasi yang dimulai sejak pagi hingga siang hari.

Seiring perjalanan waktu, Amelia merasa tidak betah tinggal di Kota Medan.Lebih kurang selama setengah bulan atau 15 hari lamanya Ia bersama Fitri berada di Kota Medan, Amelia pun segera kembali pulang ke Kota Langsa.

“Tidak betah dengan lingkungannya disana (Medan). Meskipun jualan kami lumanyan laris. Sebelum berangkat ke Langsa, Saya sempat mengajak Fitri untuk pulang bersama, namun dia marah,” kata Amelia.

Sikap itulah, Amelia mengakui merasa ada gelagat lain dari Fitri.

Selain itu, anak Amelia juga sempat menemukan foto Fitri di sosial media Facebook, berada di dalam sebuah gereja. Kemudian memberitahukan hal ini padanya.(Jamil gade)