Tenaga Pendamping Usaha Perikanan Fasilitasi Modal Usaha CV KMF Aceh Tamiang ke LPMUKP

Tenaga Pendamping Usaha (TPU) sektor Kelautan dan Perikanan Ditjen PDSPKP Provinsi Aceh memfasilitasi permodalan usaha CV King of Milk Fish (CV KMF) Aceh Tamiang ke LPMUKP (Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan) Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta.
Pimpinan dan Karyawan CV KMF foto bersama saat meluncurkan program peduli Yatim-Piatu. Foto: Zainal Abidin

Fasilitasi Modal Usaha Perikanan

ACEHSATU.COM | ACEH TAMIANG – Tenaga Pendamping Usaha (TPU) sektor Kelautan dan Perikanan Ditjen PDSPKP Provinsi Aceh memfasilitasi permodalan usaha CV King of Milk Fish (CV KMF) Aceh Tamiang ke LPMUKP (Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan) Kementerian Kelautan dan Perikanan Jakarta.

CV KMF adalah perusahaan pengelola Integrated Cold Storage (ICS) milik Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang yang sudah beroperasi sejak tahun 2017.

Direktur CV KMF Zainal Abidin atau biasa dipanggil Arifin mengatakan perusahaan miliknya sudah mengelola ICS yang dibangun oleh pemerintah pusat dan dana otonomi khusus (Otsus) Aceh Tamiang selama 4 tahun terakhir dan telah mengalami banyak kemajuan.

“Alhamdulillah ICS yang sudah dibangun dengan anggaran pemerintah ini sudah kita kelola selama 4 tahun dengan skema kerja sama dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Aceh Tamiang telah memberikan hasil yang lebih baik dari sebelumnya,” kata Arifin via pesan WhatsApp ke ACEHSATU.COM, Senin, (31/05/2021).

Kemudian dia menceritakan bagaimana usaha keras yang dilakukan sejak pertama kali untuk memajukan ICS dan usaha perikanan yang ditekuninya.

“Sudah banyak pengorbanan baik materil, dan modal pribadi yang sudah kita tanamkan di unit usaha ini sehingga sudah berkembang seperti sekarang ini meskipun masih banyak juga fasilitas tambahan yang masih dibutuhkan.” tambahnya.

Arifin sangat mengharapkan dukungan semua pihak terutama lembaga LPMUKP agar men-support modal kerja untuk penambahan barang (bahan baku) lebih banyak lagi yang dapat dibeli dari nelayan.

Saat ini CV KMF sudah merambah pasar Medan dan Jakarta. Setiap 2-3 sekali menyuplai berbagai jenis ikan beku ke luar daerah seperti Sibolga dan Jakarta.

Melihat perkembangan bisnis yang demikian pesat dan ditambah dengan dukungan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh Tamiang yang sangat besar, maka sudah selayaknya LPMUKP dapat menyalurkan modal tambahan untuk CV KMF.

“Karena kalau tanpa kerja sama dari pihak yang terkait sulit perikanan Aceh ini untuk kita bangkitkan apalagi kami dasarnya dari orang kecil bukan pengusaha besar”, papar Arifin lagi.

Sementara itu TPU Aceh berharap agar LPMUKP dapat menindaklanjuti harapan CV KMF untuk penambahan modal sehingga kapasitas usaha ini akan lebih besar.

Jika daya tampung semakin bertambah maka akan menguntungkan nelayan juga sebab hasil tangkapan mereka sudah ada pasar yang yang membelinya.

“Kedepan kita ingin memperluas bangunan ICS dan menambah daya tampung baik untuk penyimpanan maupun ruang beku”, pungkas Arifin yang juga pengusaha muda Aceh Tamiang. (*)