oleh

Tenaga Kerja Asing di PT SAI Terima Upah Lebih Tinggi dari Pekerja Lokal?

-Nanggroe-126 views

ACEHSATU.COM | ACEH BESAR – Baru-baru ini publik di Aceh dihebohkan dengan temuan 51 tenaga kerja asing dari Tiongkok (China) tanpa ada dokumen lengkap, bekerja di PT Shandong Licun Power Plant Technology Co.Ltd di lokasi kerja PT. Lafarge Holcim Indonesia di Lhoknga, Aceh Besar.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Wiratmadinata, kepada wartawan di Banda Aceh, Jumat (18/1/2019) mengatakan, penemuan itu setelah adanya pemeriksaan yang dilakukan oleh Tim Pengawasan Ketenagakerjaan, terdiri dari Kabid Pengawasan Ketenagakerjaan, Kepala Seksi PNKJAMSOSPA dan Pengawas Ketenagakerjaan pada Dinas Tenaga Kerja Aceh.

Lantas kenapa perusahaan besar itu bisa melakukan pelanggaran tersebut?

Merunut sejumlah masalah yang terjadi sebelumnya, perusahaan yang dulunya bernama PT Semen Andalas Indonesia (SAI) –kini di bawah holding PT. Lafarge Holcim Indonesia itu ternyata punya segudang ‘catatan kelam’.

Dalam sebuah berita yang diturunkan oleh JawaPos.com pada 3 Desember 2016 mengutip pernyataan Ketua Aliansi Buruh Aceh (ABA), Saifulmar tentang perbedaan jumlah upah mencolok antara pekerja asing dengan pekerja lokal.

BACA: 51 Tenaga Kerja Asing dari China Diminta Tinggalkan Aceh

Untuk bidang cleaning service dan petugas keamanan bisa mendapat belasan juta rupiah.

Namun upah besar itu tidak diterima oleh pegawai pribumi, melainkan tenaga kerja asing.

Saifulmar mengatakan upah atau gaji yang diterima pekerja asing lebih tinggi dibandingkan pekerja lokal di Aceh.

Gaji yang diterima pekerja Aceh hanya sebesar Rp 2,5 juta, sementara para pekerja asing mencapai belasan juta. Hal itu terdapat di PT SAI, Lhoknga, Aceh Besar.

BACA: Informasi Rekrutmen Tenaga Kerja KEK Arun Ternyata Hoax

“Mereka mengatakan tidak ada pekerja asing. Ternyata setelah kita sidak kami menemukan sampai 43 orang pekerja asing di sana,” kata Saifulmar yang dilansir Rakyat Aceh (Jawa Pos Group), Sabtu (3/12/2016).

Dia menilai, selama ini ada kesenjangan dalam pemberian upah atau gaji terhadap pekerja.

“Kesenjangan upah yang diberikan perusahaan terhadap perkerja asing dan lokal. Tingkat Cleaning Service dan Satpam gaji mereka mencapai Rp 13 juta rupiah per bulan, sedangkan pekerja asli Aceh yang juga berprofesi sama hanya mendapatkan sebesar Rp 2,5 juta rupiah per bulannya,” imbuhnya.

Sampai berita tersebut diturunkan, JawaPos.com belum mendapat konfirmasi dari PT SAI. (*)

Komentar

Indeks Berita