oleh

Temuan Pansus DPRA di Nagan Raya: Realisasi Pengadaan Barang Dinas Pendidikan Aceh dengan Anggaran Miliaran tak Jelas

ACEHSATU.COM | SUKA MAKMUE – Tim Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) mengungkap indikasi masalah pada realisasi sejumlah paket pengadaan alat bantu pendidikan bagi sejumlah Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Nagan Raya, Aceh yang menelan anggaran miliaran rupiah.

Pasalnya, paket pengadaan yang dilaksanakan Dinas Pendidikan Aceh bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) Tahun 2019 lalu tersebut, tidak diketahui lokasi penyalurannya sesuai dengan dokumen kontrak kerja.

Adapun paket pengadaan yang disorot Tim Pansus DPRA tersebut antara lain, pengadaan projector dan layar senilai Rp2,9 miliar dan pengadaan komputer untuk sarana ujian nasional berbasis komputer (UNBK) di Nagan Raya senilai Rp2,1 miliar

“Sejauh ini, kami tidak tahu kemana saja perlengkapan barang yang sudah katanya sudah didistribusikan ke sekolah-sekolah di Nagan Raya. Karena petugas penanggungjawab pengadaan (PPTK) tidak mau mendampingi tim pansus untuk turun ke lokasi kegiatan,” kata Anggota DPRA, Teuku Raja Keumangan, dikutip Antara di Nagan Raya, Sabtu (11/7/2020).

Sebelum turun ke lapangan, Tim Pansus telah menyurati pejabat terkait di Dinas Pendidikan Aceh untuk sama-sama melakukan pengecekan secara langsung. Namun hal itu tidak ditanggapi pihak dinas.

Tim Pansus kesulitan melakukan pengecekan terhadap barang UNBK yang sudah dibeli dan ditempatkan di sekolah-sekola yang ada di kabupaten Nagan Raya.

Bahkan saat Tim Pansus DPRA mendatangi SMA Negeri 2 Kuala, Nagan Raya, juga tidak ada pintu ruangan yang dibuka dengan alasan tidak ada kunci dan berbagaimacam alasan lainnya.

Terkait itu Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kabupaten Nagan Raya, Dr Khairan yang dikonfirmasi wartawan mengatakan berdasarkan hasil pengecekan ke Dinas Pendidikan Aceh, semua barang pengadaan tahun 2019 lalu sudah diserahkan ke masing-masing sekolah di daerah ini.

“Tapi kami masih melakukan verifikasi kemana saja barang-barang ini disalurkan, saat ini kami masih terus berupaya melakukan komunikasi dengan sejumlah kepala sekolah yang ada di Nagan Raya,” kata Khairan dikutip Antara, Sabtu (11/7/2020). (*)

Indeks Berita