Temuan LembAHtari: 33,35 Hektare Mangrove di Hutan Produksi Tamiang Jadi Kebun Sawit

Informasi itu diungkap Direktur Eksekutif LembAHtari Sayed Zainal kepada ACEHSATU.com, Selasa (30/8/2022).
Bakau Jadi kebun sawit
Dokumen - Foto udara menunjukkan kawasan hutan produksi mangrove di pesisir Aceh Tamiang yang sudah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit diambil September 2021. ANTARA/HO

ACEHSATU.COM | KUALA SIMPANG – Sebuah fakta baru diungkap oleh LSM LembAHtari tentang aktivitas perambahan hutan mangrobve di Aceh Tamiang.

Pasalnya, kawasan hutan produksi mangrove beralih fungsi menjadi hamparan kebun kelapa sawit sejak tahun 1998 di pesisir Desa Pusong Kapal, Kecamatan Seruway, Aceh Tamiang.

Kebun sawit seluas 33,35 hektaretersebut berada pada titik koordinat: 1.N.040 23’ 45. 29” E. 980 14’ 30.74” 2. N. 040 23’ 37.09” E. 980 14’ 31. 47” 3. N. 040 23’ 13.56” E. 980 14’ 21.00 yang dimiliki oleh tiga orang pemilik.

BACA JUGA: Setiap 27 Menit, Hutan Aceh Berkurang Satu Hektare

Informasi itu diungkap Direktur Eksekutif LembAHtari Sayed Zainal kepada ACEHSATU.com, Selasa (30/8/2022).

Menurut Sayed Zainal, saat dituangkan ke dalam peta Rupa Bumi (RBI) Skala 1:50.000 ternyata kawasan tersebut berstatus sebagai kawasan Hutan Produksi (HP).

Bakau Jadi kebun sawit
Dokumen – Foto udara menunjukkan kawasan hutan produksi mangrove di pesisir Aceh Tamiang yang sudah beralih fungsi menjadi perkebunan sawit diambil September 2021. ANTARA/HO

Hal itu sesuai SK Menhut No.SK.865/Menhut.II/2014 tentang Kawasan Hutan dan Konversasi Perairan Aceh, yang telah dirubah dengan SK Menhut No.SK 103/ Menhut-II/2015 dan SK MenLHK No.850/MenLHK/SETJEN/SET.I/2018 Tentang Perubahan Ketiga atas Keputusan Menhut No 865/ Menhut-II/2014.

Kasus itu pun sudah dilaporkan LSM LembAHtari kepada KPH Wilayah III UPTD DLH Aceh, Polda Aceh melalui Direktur Intelkam Subdit Ekonomi Polda Aceh. Laporan itu juga ditembuskan kepada Kapolri c/q Kabareskrim Kepolisian Republik Indonesia di Jakarta.

“Kami juga telah melaporkan secara resmi melalui surat tertulis No.167/L-LTVIII/22, tertanggal 06 Agustus 2022 terkait adanya pengalihan kawasan hutan bakau menjadi perkebunan sawit di Desa Pusong Kapal, Aceh Tamiang,” kata Sayed Zainal di Aceh Tamiang.

BACA JUGA: Mari Bersuara Selamatkan Mangrove Aceh

Sebelumnya, LSM LembAHtari juga sudah menyurati instansi terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan KPH Wilayah III.

Atas temuan perambahan hutan mangrove ini LembAHtari meminta kepada Kapolda Aceh untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan dengan memanggil/memeriksa pihak yang memiliki, mengelola dan membuka lahan bakau menjadi perkebunan sawit tanpa izin alih fungsi lahan diduga tanpa memiliki perizinan. (*)