Tanggul Waduk Seumanyam Jebol Akibat Banjir Pidie

Tanggul waduk Seumayam, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie jebol diterjang banjir setelah diguyur hujan deras selama sepekan ini.
Tanggul Waduk Seumanyam
Tanggul Waduk Seumanyam. Foto Istimewa

Tanggul Waduk Seumanyam Jebol Akibat Banjir Pidie

ACEHSATU.COM | PIDIE — Tanggul waduk Seumayam, Kecamatan Padang Tiji, Kabupaten Pidie jebol diterjang banjir setelah diguyur hujan deras selama sepekan ini.

Meski sempat ditangani masyarakat namun tidak bertahan lama.

Informasi dihimpun, akibat tingginya hujan curah hujan selama sepekan terakhir di kabupaten Pidie, Aceh, mengakibatkan satu waduk Seumanyam di Kecamatan Padang Tiji, jebol sehingga berdampak pada sawah yang dialiri di tujuh Gampong.

“Kondisi waduk sebenarnya sudah sejak senin lalu sudah mulai jebol tapi kecil, sekitar satu meter kerusakannya,” kata Camat Padang Tiji, Irwan.

Menurut laporan dari masyarakat kondisi waduk pada Senin 18 Januari 2021 lalu sudah terlihat jebol sekitar satu meter, namun masyarakat dapat menutup kembali kerusakan waduk itu, akibat hujan dengan itensitas tinggi selama seminggu ini kondisi waduk semanyam dipenuhi air sehingga waduk tidak dapat menahan debit air hingga jebol seluas lima meter.

Tanggul Waduk Seumanyam
Tanggul Waduk Seumanyam. Foto Istimewa

Akibat Jebolnya tanggul waduk semanyam itu, mengakibatkan beberapa lahan sawah yang terdapat di tujuh gampong tersebut tidak dapat lagi dialiri air untuk kebutuhan pertanian masyarakat, apalagi petani sedang pada masa tanam padi.

 “Akibat jebol waduk ini lahan sawah di tujuh Gampong sudah tidak dapat dialiri lagi, padahal saat ini petani masuk pada masa tanam,” jelas Irwan

Terkait jebolnya waduk tersebut, pihaknya sudah melaporkan kejadian jebol waduk itu kepada BPBD Pidie sehingga ada upaya untuk penanganan pasca waduk jebol dan tidak menganggu aktifitas petani dalam menanam padi.

Harapannya pemkab Pidie dapat membantu dan merealisasikan penanganan jebolnya waduk tersebut, karena kebutuhan air untuk mengaliri sawah di kemukiman tanjong Padang Tiji itu merupakan kebutuhan utama bagi masyarakat.

“Saya mengharap ada penanganan secepatnya karena petani sawah masuk pada masa tanam,” pungkasnya.

Camat Padang Tiji, Irwan kepada wartawan, mengatakan, berdasarkan laporan masyarakat awalnya tanggul waduk tersebut jebol satu meter, namun secara swadaya masyarakat menutup kembali.

Akibat derasnya hujan selama sepekan ini mengakibatkan debit air dalam waduk tersebut meningkat sehingga kembali menerjang bangunan tanggul.

“Diperkirakan mencapai lima meter bangunan tanggul jebol diterjang banjir menyebabkan aliran air mengalir di luar saluran irigasi,” ujarnya.

Selama ini masyarakat di tujuh gampong memanfaatkan sumber air di waduk tersebut untuk kebutuhan sawah, apalagi saat ini sedang memasuki musim tanam padi.

“Kondisi jebol tanggul waduk telah kita sampaikan kepada pihak BPBD setempat, mudah-mudahan cepat ditangani karena sumber air di waduk dimanfaatkan masyarakat  untuk mengaliri ke sawah,” harapnya.  (*)