Hiburan

Tampil di Anjungan Bener Meriah, Grup Didong ARITA Bawa Tema Sejarah Radio Rimba Raya

M Isa Arita, selaku ketua mengatakan mereka memainkan lagu-lagu kemerdekaan dan perjuangan dalam mengenang cikal bakal RRI itu.

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Klub didong yang dipadukan dengan teaterikal dibawah binaan seniman gayo M Isa Arita menjadi pusat perhatian pengujung saat tampil di PKA ke 7 di Anjungan Bener Meriah, Kamis (9/8/2018) malam.

Grup didong dan teatrikal, yang beranggotakan 15 orang tersebut berkisah tentang sejarah Radio Rimba Raya yang didirikan di hutan rimba serta memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Republik Indonesia.

M Isa Arita, selaku ketua mengatakan mereka memainkan lagu-lagu kemerdekaan dan perjuangan dalam mengenang cikal bakal RRI itu.

Itu diambil dari kisah nyata dan disusun menjadi sebuah lagu didong yang dipadukan dengan teatrikal pada masa pimpinan Sukarno ditahan sehingga tidak memiliki peran.

Ia manambahakan, pada saat itu Pemerintah Darurat terus didirikan dan Syafrudin  selaku perwira negara wilayah Aceh yang tergolong aman perlu diadakan siaran berita.

“Divisi 10 mengatur puasi melawan kompeni dan segala cara Kolonel Husin Yusuf gagah berani memasang RRI di Hutan Rimba,” katanya.

Disebutkanya, dalam lirik lagu tersebut juga disampaikan Radio Rimba Raya mengumandangkan negara kesatuan masih ada dan berdaulat pada pada tangal 10 Maret 1949.

Adapun tujuan tampil di Ajungang, katanya, Radio Rimba Raya adalah aset negara, milik semua dan bukan hanya milik kabupaten sehingga ia menilai perlu menceritakan dalam PKA ini agar sejarah itu didengar oleh orang banyak dan tidak hilang serta semakin dikenal secara luas.

“Kita juga berharap, kedepanya radio rimba raya bukan hanya sekadar sejarah biasa namun harus adanya legitimasi atau pengakuan negara serta mamasukan RRI dalam kurikulum di sekolah,” harapnya. (*)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

To Top