oleh

“Tamm Tumm” Dentuman Meriam Karbit Terdengar Keras di Pidie, Perempuan Juga Ikut Bakar Meriam Ini

ACEHSATU.COM | SIGLI – Perang meriam karbit dan meriam bambu atau yang lebih dikenal dengan sebutan “toet budee trieng” sudah menjadi tradisi ketika menyambut hari raya Idul Fitri pada sebagian daerah di Pidie.

“Tammm.. tum.. tum..” begitulah bunyi dentuman keras yang terdengar layaknya sedang berada di area pertempuran. Tanah tergoncang dan jantung pun ikut berdegup kencang ketika meriam tersebut dibakar.

Suara dentuman meriam tersebut masih bisa terdengar sampai sejauh 7-10 Km dari lokasi perang ini.

“Tradisi ini sudah menjadi budaya turun temurun sejak masa 90-an sampai sekarang,” jelas Nizal Fakri selaku Sekretaris Panitia Toet Budee Trieng Dusun Jurong Kupula, Rabu (5/6/2019) malam.

Ratusan unit meriam karbit dan “budee trieng” dapat dijumpai di sepanjang alur pinggiran sungai mulai dari daerah Kubang kecamatan Indrajaya sampai dengan Garot kecamatan Delima.

“Di dusun Kupula ini sendiri ada 15 unit meriam karbit dan 100 unit meriam bambu,” sebut Nizal.

BACA: Tradisi Perang Sambut Lebaran di Pidie, Begini Keseruannya

Budee Trieng di Gampong Kupula, Pidie. | Foto: Istimewa

Ajang yang digelar setahun sekali itu menjadi suatu pagelaran yang menarik perhatian dan paling dinanti-nantikan oleh sebagian masyarakat.

Setiap tahunnya perang meriam ini selalu ramai dengan pengunjung baik dari warga lokal maupun luar daerah.

Uniknya, tak hanya kaum lelaki saja yang ikut membakar meriam karbit itu tetapi kaum perempuan juga sangat antusias untuk membakar meriam yang menghasilkan suara dentuman keras itu.

“Perang meriam karbit dan toet budee trieng disini sangat luarbiasa, harapannya semoga pemkab setempat dapat memasukkan ini kedalam agenda event kebudayaan,” kata Muhammad Rijal, salahsatu pengunjung.

Beberapa tahun sebelumnya, perang meriam karbit ini digelar pada malam pertama hari raya. Akan tetapi dikarenakan malam pertama diadakan takbiran, jadinya “toet budee trieng” dan perang Meriam karbit itu dipindahkan pada malam ke-2 Idul Fitri.

Bagi pengindap riwayat sakit jantung sangat tidak dianjurkan untuk mengunjungi lokasi perang meriam karbit dan “toet” budee trieng” ini. (*)

Komentar

Indeks Berita