Tamiang Produksi Beras Organik, Segini Harganya

“Pemkab seoptimal mungkin akan membantu pemasaran beras organik bermerek Ortam-58 agar lebih dikenal luas di pasara" Bupati Aceh Tamiang Mursil
beras organik
Kemasan beras organik Aceh Tamiang dengan merek Ortam-58. acehsatu.com/ist

ACEHSATU.COM [ ACEH TAMIANG –petani di Aceh Tamiang mulai meproduksi beras organik, saat ini di bawah payung Koperasi Organik Tamiang Jaya (Kortaja) beras organik dengan merek Ortam-58  mulai dipasarkan dengan harga Rp 75 ribu perzak isi 5 kilogram.

Kini beras organik Ortam-58 menjadi kebanggan Aceh Tamiang, pemkab Aceh Tamiang berupaya membantu pemasaran beras tersebut.

“Pemkab seoptimal mungkin akan membantu pemasaran beras organik bermerek Ortam-58 agar lebih dikenal luas di pasaran. Mursil bahkan menyebutkan, dirinya bersedia menjadi duta beras organik tamiang,” ujar Bupati Aceh Tamiang, Mursil dihadapan para Kepala SKPK, perwakilan BUMD/BUMN/BUMS, Ketua TP-PKK, dan pengurus Koperasi Organik Tamiang Jaya (Kortaja) dalam diskusi strategi pemasaran beras organik produk asli petani Aceh Tamiang beberapa hari lalu.

Baca : SK Menkumham Keluar,  Dualiasme PNA Aceh Selesai

Dijelaskan Mursil, Beras organik merek Ortam-58 adalah produk lokal berkualitas premium. Walau demikian, ia meminta semua peserta diskusi dapat mengenalkannya ke masyarakat supaya produk beras organik tersebut tak terkesan eksklusif.

Bupati Mursil juga berencana akan meminta para aparatur untuk mengonsumsi beras organik tersebut. Selain untuk mengoptimasi penggunaan produk lokal, beras organik memang terbukti dan teruji lebih sehat sehingga diharapkan mampu menunjang kinerja para pegawai di lingkungan Pemkab Aceh Tamiang.

“Terlebih di masa pandemi seperti ini, kita harus senantiasa dalam kondisi sehat dan bugar. Saya yakin mengonsumsi beras organik ini mampu meningkatkan kesehatan dan vitalitas kita,” terang Bupati lagi.

Harga Beras

Sementara Ketua Kortaja, Admansyah Lubis menjelaskan, harga beras organik Ortam-58 terus mengalami penyesuaian seiring dengan upaya pihaknya bersama petani produsen dan inspektur pengawas menekan biaya produksi.

beras organik
Kemasan beras organik Aceh Tamiang dengan merek Ortam-58. acehsatu.com/ist

Lanjut Admansyah pada saat pemasaran pertama, koperasi mematok harga beras organik Rp.150 ribu per kemasan 5 kg. Saat ini, setelah penyesuaian dengan biaya produksi, harga Ortam-58 menjadi turun hingga 50 persen, menjadi hanya Rp. 75 ribu per kemasan 5 kg.

Baca : Bupati Tamiang Tinjau Tambak Percontohan, Pertumbuhan Udang Vaname Baik, Sebulan Lagi Panen

“Di awal produksi, kita memang memasarkannya dengan harga beras organik yang tinggi yakni Rp 150 ribu per zak. Namun setelah dua kali panen, kita mampu menekan biaya produksi, jadi harga jual beras premium ini mengalami penyesuaian menjadi Rp. 75 ribu per sak,” tutur Adman.

Dalam beberapa waktu ke depan, Adman menjelaskan, pihaknya akan mendesain ulang kemasan dan berupaya untuk melakukan diversifikasi ukuran kemasan supaya produk dapat lebih diterima oleh pasar.

Dekranas Bantu

Sementara itu, Ketua TP-PKK, Dr. Rita Syntia yang menginisiasi diskusi mengatakan, TP-PKK bersama Dekranasda berkomitmen penuh mendukung pengenalan dan pemasaran produk-produk unggulan lokal supaya dapat dikenal secara luas.

Disampaikannya, Koperasi TP-PKK dan Dekranasda akan menggandeng Kortaja dan pihak lainnya guna memperluas pemasaran beras organik Ortam-58 tersebut (*)