oleh

Tamiang Larang Padi Dijual Keluar Daerah, Apa Alasannya

-Aceh Tamiang-613 views

Tamiang Larang Padi Dijual Keluar Daerah, Apa Alasannya

ACEHSATU.COM I ACEH TAMIANG – Dinas Pertanian Aceh Tamiang melarang petani menjual padi hasil panen raya masa tanam Oktober – Maret 2020 keluar Aceh guna mengantisipasi ketersediaan beras di Aceh Tamiang sampai pandemi wabah virus covid-19 atau virus corona pulih.

Kadi Pertanian Aceh Tamiang, Muhammad Yunus SP kepada Acehsatu.com, Selasa (28/4/2020) mengatakan,  pihaknya melarang petani menjual padi ke luar Aceh karena Aceh Tamiang sendiri membutuhkan stok padi  yang dapat diolah jadi beras pada bulan bulan mendatang jika wabah covid-19 belum pulih.

“Kita minta mereka menjual padi untuk kilang padi yang menjual berasnya disejumlah pasar di Aceh Tamiang,” ujarnya.

Dijelaskan, masa tanam Oktober 2019 – Maret 2020, luas sawah yang di tanami padi  9.975 hektare (Ha) dengan hasil produksi  rata-rat 6,5 ton/Ha maka total produksinya mencapai 64.837 ton.

Jumlah tersebut lanjut  Kadis, jika tidak dijual keluar Aceh mampu memenuhi kebutuhan bahan pokok warga Aceh Tamiang untuk beberapa bulan, nanti dibantu hasil produksi padi masa tanam Januari- April, yang perkiraan masa panennya sekitar Oktober mendatang.

Dari Januari-April luas sawah yang di tanami padi seluas 1.200 Ha, memang tidak begitu luas karena mengandalkan air tadah hujan namun jika terus hujan maka Juni sudah banyak petani turun kesawah lagi.

“Kita sudah intruksikan kelompok tani agar tidak menjual padinya keluar Aceh Tamiang,” sambung Yunus.

Walaupun sudah dihimbau, Kadis mengaku, beberapa hari lalu pihaknya menjumpai ada satu tronton yang mengangkut padi asal Aceh Tamiang yang dijual keluar daerah, arah ke Sumatera Utara. Memang saat ini harga padi menggiurkan, satu kilogram padi mencapai Rp 5.100/kilogram.

“Kita juga menghimbau agar agen padi tidak menjual padi keluar Tamiang namun jual untuk penmgusaha kilang padi yang memproduksi beras kebutuhan warga Aceh Tamiang,” ujar Yunus mengakhiri. (*)

Indeks Berita