Takut Umat Islam Kritis dan Pentingkan Kelompok, Berikut Sederet ‘Serangan’ Amien Rais ke Jokowi

Pemerintahan Jokowi disebut takut pada umat Islam yang kritis dan mementingkan kelompok
Amien Rais kembali menyampaikan kritik menyerang terhadap Pemerintahan Presiden Joko Widodo. | Foto NET

ACEHSATU.COM | JAKARTA – Amin Rais kembali melontarkan kritikan pedas terhadap pemerintah di bawah kendali Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam pernyataan yang diunggah di akun Instagram, mantan ketua MPR 199-2004 ini mengungkap kecurigaannya bahwa Jokowi takut terhadap umat Islam yang krtitis.

Selain itu, dalam video yang disebar pada Rabu (12/8/2020) kemarin, Amien juga mengingatkan Jokowi untuk tidak hanya menjadi pemimpin partisipan dan memusuhi yang lain.

Politikus senior Amien Rais melontarkan ‘serangan’ kepada Presiden Jokowi soal demokrasi hingga soal politik belah bambu.

Pernyataan itu disampaikan melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, yang diberi judul ‘Bangsa Indonesia Dibelah’.

Dia menyampaikan pandangannya terkait kondisi demokrasi era Jokowi dengan politik belah bambu, yaitu demokrasi yang memihak salah satu kelompok dan menjatuhkan kelompok yang lain.

Amien juga menilai Jokowi bermental ‘koncoisme’ atau hanya mementingkan kelompoknya saja.

Berikut sederet kritik Amien Rais terhadap Presdien Jokowi::

Politik pecah belah

Mantan Ketua Umum PAN, Amien Rais mengkritik pelaksanaan demokrasi di zaman Presiden Jokowi. Dia menilai, demokrasi di era Jokowi bukan semakin baik, namun malah semakin menjauh dengan adanya politik pecah..

“Tidak berlebihan bila saya katakan hasil pembangunan politik di masa Pak Jokowi telah memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. Kecurigaan dan ketakutan terhadap umat Islam yang kritis dan korektif terhadap rezim begitu jelas kita rasakan.”

“Kriminalisasi dan demonisasi, dan persekusi terhadap para ulama yang amar ma’ruf nahi munkar telah menjadi rahasia umum,” katanya, Rabu (12/8).

Dia juga menggambarkan kondisi demokrasi era Jokowi dengan politik belah bambu. Yaitu, kata Amien, demokrasi yang memihak salah satu kelompok dan menjatuhkan kelompok yang lain.

“Sampai sekarang penyakit politik bernama partisanship itu tetap menjadi pegangan rezim Pak Jokowi dalam menghadapi umat Islam yang kritis, terhadap kekuasaannya.”

“Para buzzer bayaran, dan para jubir Istana di berbagai diskusi atau acara di banyak stasiun televisi semakin menambah kecurigaan banyak kalangan terhadap politik Jokowi yang beresensi politik belah bambu. Menginjak sebagian dan mengangkat sebagian yang lain,” ujar Amien Rais.

Pentingkan sebagian kelompok

Jokowi juga disebutkan Amien hanya mementingkan sebagian kelompok dan abai kepada kelompok lain. Istilah yang digunakannya adalah ‘koncoisme’, yang berarti teman dalam bahasa Jawa.