MH, Artis Tik Tok Aceh Digerebek Bersama 6 Pria Dalam Mobil di Halaman Mushala

ACEHSATU.COM | BANDA ACEH – Warga gampong Punge Ujong, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, mengamankan delapan remaja dalam mobil Daihatsu Xenia BL1676 PI yang terparkir di halaman Musala Babul Iman, Rabu 6 Mei 2020.

Delapan remaja tersebut kemudian diserahkan ke Polresta Banda Aceh untuk dilakukan pengusutan lebih lanjut.

Berdasarkan keterangan warga setempat, mereka diamankan karena diduga melakukan mesum.

“Diduga mesum bang, tapi dari hasil keterangan mereka, tidak melakukan apapun,” kata saksi yang tidak ingin disebutkan namanya Rabu 6 Mei 2020.

Salah satunya merupakan MH yang populer di aplikasi TikTok dengan goyangan bohainya.

Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto, mengatakan, warga mulai menaruh kecurigaan terhadap mobil tersebut yang dalam beberapa hari terakhir terlihat di gampong mereka.

“Kecurigaan warga berakhir dengan penggrebekan terhadap penumpang yang berada di dalamnya di halaman Musala Babul Iman,” kata Trisno.

Kata dia, setelah melakukan penggrebekan, perangkat gampong menghubungi Polresta Banda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan, tujuan para remaja yang selama ini berada di Kota Banda Aceh.

“Delapan remaja itu kemudian dibawa ke Polresta Banda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan baik urine maupun lainnya,” tutur Trisno.

Sementara itu, setelah melakukan koordinasi dengan Tim Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 Kota Banda Aceh, delapan remaja tersebut dilakukan rapid test guna mengetahui apakah mereka terinfeksi Covid-19.

“Dari hasil pemeriksaan urine dan rapid test oleh Gugus Tugas Pencegahan Covid-19 yang dilengkapi dengan Alat Pelindung Diri (APD) serta dibantu Dokpol Polda Aceh dan Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Banda Aceh, remaja tersebut dinyatakan negatif covid- 19,” ungkap Kapolresta Banda Aceh.

Namun, lanjutnya, mereka tetap dalam pantauan serta diserahkan kepada orang tua masing-masing agar dilakukan karantina mandiri, mengingat suhu tubuh sangat tinggi.

Kedelapan remaja tersebut diantaranya dua wanita dan enam laki-laki dengan identitas IR, 18 tahun, warga Jeunieb, MH 21 tahun, RZ 18 tahun, warga Langsa, SF, 15  tahun, warga Beureunuen, AK, 17 tahun, warga Peuniti, SAA, 20 tahun, warga Lampaseh Kota, RZ, 18 tahun, dan RM, 17 tahun, warga Panteriek. (*)