Tak Dapat BLT, Warga Babo Ramai-ramai ke Kantor Bupati Aceh Tamiang

Tak Dapat BLT, Warga Babo Ramai-ramai ke Kantor Bupati Aceh Tamiang

ACEHSATU.COM [ ACEH TAMIANG – Warga Kampung Babo, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang secara beramai-ramia mendatangi Kantor Bupati Aceh Tamiang untuk mengadu terkait nama mereka tidak masuk sebagai penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) di kampong.

Namun kedatangan puluhan warga Kampung Babo yang mayoritas kaum perempuan ini awalnya ingin menyampaikan aspirasi ke pada Bupati Aceh Tamiang namun mereka hanya sebatas berkumpul di lapangan parkir karena tidak ada pejabat dari Kantor Bupati yang menjumpai mereka.

Kemudian, Camat Bandar Pusaka, Abdul Muthalib mendatangi mereka dan membujuk warga agar kembali ke kampung menyelesaikannya secara musyawarah bersama Datok Penghulu dan perangkat kampung

Pantauan Acehsatu.com, Selasa (9/6), puluhan warga Kampung Babo ini mendatangi Kantor Bupati Aceh Tamiang dengan menaiki kenderaan sepeda motor dan mobil pick up saat menjelang siang. Kehadiran warga ini mendapat penjagaan anggota Polres Aceh Tamiang.

Seorang ibu mengungkapkan, kehdirannya ke kantor bupati bersama warga lainnya ingin mempertanyakan kenapa mereka tidak mendapat BLT, sementara mereka tidak pernah mendapat bantuan apapun dari kampung. “Kami ingin pertanyakan alasan kami tidak dapat bantuan BLT sementara kami tidak pernah dapat bantuan apapun dari kampung,” ujar seorang warga.

Warga juga mengaku sudah mengadu ke Datok Penghulu Kampung Babo, namun Datok menantang kami dan mempersilahkan warga menanyakan kepada Bupati Aceh Tamiang. “Karena ada tantangan itu, makanya kami beramai ramai mempertanyakan kepada Bupati,” ujar warga lagi.

Namun upaya tersebut kandas setelah Camat Bandar Pusaka memberikan pengertian agar masalah tersebut diselesaikan di kampung, wargapun bergegas naik kenderaan dan pulang balik ka kampung (*)

Warga Minta BLT Dibagi Rata

Datok penghulu Kampung Babo, Paimin yang dikonfirmasi terkait aksi warganya ini, mengatakan, warganya yang mendatangi Kantor Bupati Aceh Tamiang meminta agar BLT-DD dibagi rata, mereka juga mengaku imbas dari Covid – 19 dan berhak mendapat BLT tersebut. “Namun secara aturan tidak di benarkan tumpang tindih, warga yang sudah mendapat bantuan dari program lain mendapat bantuan BLT,” ujarnya.

Dijelaskan, awalnya, ada 123 KK yang diajukan masuk dalam daftar penerima BLT ini namuan setelah musyawarh kampung tinggal 91 KK dan hasil verifikasi kecamatan dicoret 13 KK  lagi, dianggap tidak layak menerima BLT. Terhadap data tersebut dilakukan musyawarah kampung lagi  dan dikeluarkan 2 KK lagi sehingga tingga penerima BLT, Kampung Babo sebanyak 76 KK.

“Warga yang datang tersebut ada sebgaian yang sudah mendapat bantuan PKH dan ada juga perangkat kampung yang secra aturan tidak bleh mendapat  BLT ini,” kata Paimin

Terkait kehadiran mereka ke Kantor Bupati, pihaknya menurut Datok, sudah menjelaskan kepada warga prosedur dan siapa saja yang berhak mendapat bantuan BLT tersebut termasuk pihak kecamatan juga memberikan penjelasan.

“Penjelasan itu tidak diterima sebagai warga dan mereka bersikeras BLT tersebut di bagi rata, sehingga mempersilahkan warga yang berkeinginan pergi ke Kantor Bupati,”pungkas Datok (*)