Tahanan Polisi Tewas, Pengacara Tepis Pernyataan Kasat Narkoba, Sebut Kliennya Koma Saat Dibawa ke RS

Tahanan Polisi Tewas, Pengacara Tepis Pernyataan Kasat Narkoba, Sebut Kliennya Koma Saat Dibawa ke RS
Ilustrasi tahanan } Foto: Andi Saputra/detikcom

ACEHSATU.COM | MEDAN – Kasus tahanan meninggal dunia terjadi di Sumatera Utara. Pengacara dari pihak keluarga tahanan yang tewas saat masih dalam proses penahanan oleh polisi, Rudolf Simanjuntak, Eka Putra menepis pernyataan Kasat Narkoba Polrestabes Medan soal kondisi Rudolf sebelum wafat.

Melansir detikcom, salah satu yang ditepis Eka Putra adalah soal penyakit asam urat yang sempat disinggung polisi. Bahkan dia menyebut, kondisi Rudolf saat dibawa ke rumah sakit sudah dalam keadaan koma.

“Kami hari ini datang sengaja memastikan, guna mengungkap fakta-fakta kebenaran bahwa dengan adanya rilis atau konferensi pers yang disampaikan oleh Kasat Narkoba yang menyebutkan Rudolf meninggal karena asam urat, ternyata setelah kita telaah secara rinci tidak ada,” kata pengacara keluarga Rudolf dari Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM), Eka Putra, usai mendatangi RS Bhayangkara Medan, Jumat (21/8/2020).

Eka Putra menyebut Rudolf sudah dalam keadaan koma saat dibawa ke rumah sakit. Dia mengatakan tak ada riwayat penyakit yang diidap Rudolf.

“Hasil keterangan dari rumah sakit bahwa mendiang ini datang koma, tidak ada riwayat sakit. Nggak adalah asam urat. Itu artinya Kasat (Narkoba Polrestabes Medan) menyebarkan informasi hoax,” ujarnya.

Atas kejadian ini, Eka mengatakan pihaknya akan meminta klarifikasi dari kepolisian. Eka berharap kasus ini diungkap hingga tuntas.

“Kami akan melakukan pertama klarifikasi, yang kedua buat laporan bahwa yang disampaikan Kasat itu tidak benar,” jelasnya.

detikcom telah menghubungi Kasat Narkoba Polrestabes Medan, AKBP Ronny Nicolas Sidabutar, terkait pernyataan Eka. Namun, Ronny belum memberi tanggapan.

Sebelumnya, Rudolf meninggal dunia saat dalam proses penahanan. Keluarga menduga ada penganiayaan yang terjadi sehingga membuat laporan ke Polda Sumatera Utara (Sumut).

“Jadi kronologisnya kurang lebih kan dia ketangkap pada tanggal 14 Juli. Terus ditahan pada tanggal 21 Juli di Polrestabes Medan dengan perkara narkoba,” kata pengacara keluarga korban dari Korps Advokat Alumni UMSU (KAUM), Yusri, saat dimintai konfirmasi, Rabu (19/8).

Rudolf Simanjuntak merupakan tersangka dalam kasus narkoba. Dia ditahan di RTP Polrestabes Medan sejak Juli 2020.

Polisi juga telah memberi penjelasan terkait hal ini. Kasat Narkoba Polrestabes Medan AKBP Ronny Nicolas Sidabutar membenarkan Rudolf Simanjuntak telah meninggal dunia di RS Bhayangkara. Dia mengatakan Rudolf memang ditahan sejak Juli 2020.

“Pertama memang benar meninggal dunia di RS Bhayangkara. Yang bersangkutan itu tersangka narkoba. Ditangkap tanggal 15, ditahan tanggal 21 Juli. Sudah ditahan, dan penahanannya dilakukan di RTP Polrestabes Medan,” sebut Ronny.

Ronny mengatakan tidak mengetahui persis apa keluhan Rudolf. Dari keterangan pihak penjagaan, tahanan itu mengeluh tubuhnya panas dan kakinya sakit.

“Ya saya nggak tahu kalau ngeluh-ngeluh. Keluhannya di penjagaan sehingga dirawat, mengeluhnya panas, kemudian kakinya sakit, ada kemungkinan dia bilang ada asam urat sehingga dibawalah ke rumah sakit,” kata Ronny. (*)